Daerah, Papua Barat, Politik

Presiden Jokowi: Kita Sering Tak Bisa Bedakan Mana Kritik dan Mana Celaan

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo. (Foto: Antara)

Jurnalindonesia.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku pemerintah kerap menerima kritikan tanpa data dan tanpa solusi.

“Kita ini kadang sering tidak bisa membedakan mana yang kritik dan mana yang mencela. Beda lho itu. Mana yang kritik dan mana yang mencemooh, mana yang kritik dan mana yang menjelek-jelekkan,” kata Jokowi saat berbicara di depan para penyuluh agama di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (14/4/2018).

Jokowi kemudian menjelaskan perbedaan antara kritik dan celaan. Menurut dia, kritik tanpa data dan solusi, hanyalah sebuah celaan atau cemoohan. Apalagi jika disampaikan dengan menjelek-jelekkan.

“Kritik itu harus ada basis datanya dan memberi solusi. Kalau tidak ya itu namanya mencemooh,” ucapnya.

Awalnya Jokowi bicara soal luasnya wilayah Indonesia. Dia kemudian menuturkan pengalamannya terbang dari Aceh ke Wamena, Papua.

“Saya terbang ke Banda Aceh ke Wamena itu berapa (lama)? 9 jam 15 menit. Itu setara London ke Istanbul melewati 6-7 negara,” kata Jokowi.

“Ini negara besar. Itu kalau jalan kaki berapa tahun?” ucapnya yang kemudian disambut tepuk tangan para peserta.

Baca: Sri Mulyani Dinobatkan Jadi Menteri Keuangan Terbaik se-Asia Pasifik 2018

Sebagai negara besar, kata Jokowi, Indonesia memiliki tantangan dalam masalah kemiskinan, ketimpangan hingga kesenjangan sosial. Hal ini bisa dilihat dari pembangunan infrastruktur di wilayah Indonesia barat, tengah, dan timur.

Di Indonesia timur, ujar Jokowi, kondisi infrastruktur jauh dari kata layak. Konektivitas antar wilayah belum terbangun dengan baik, berbeda dengan kondisi di Pulau Jawa.

Kepada para peserta, Jokowi menunjukkan gambar jalan utama di Papua yang masih berupa jalan tanah. Ketika hujan, jalan itu menjadi rusak dan becek.

“Jangan hanya lihat di Jateng. Di Papua, jalan tadi yang belum diaspal. 60 km itu butuh waktu 3 hari, memasak di tengah hutan,” ucapnya.

Atas dasar itulah Jokowi menggencarkan program infrastruktur di Papua untuk mengurangi kesenjangan. Dia ingin agar semua jalan di Papua terkoneksi satu dengan yang lain.

“Bagaimana perasaannya warga Papua melihat di Jawa. Itu bicara antar kabupaten dan provinsi. Wamena-Nduga, 4 hari jalan kaki lewat hutan. 2019 nanti tersambung antar kabupaten dan provinsi,” kata Jokowi.

Baca juga: Amien Rais Tantang Jokowi ‘Bertarung’ secara ‘Gentle’

Loading...