Nasional

Batal Laporkan Ganjar Soal Puisi, FUIB Justru Minta Maaf ke Gus Mus

Ketua Forum Umat Islam Bersatu (FUIB), Rahmat Himran.
Ketua Forum Umat Islam Bersatu (FUIB), Rahmat Himran. (Foto: Inilah.com)

Jurnalindonesia.co.id – Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) batal melaporkan Ganjar Pranowo ke ke Bareskrim Mabes Polri terkait puisi yang dibacakan dalam acara di salah satu stasiun televisi beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, bahkan Ketua Umum FUIB, Rahmat Himran, meminta maaf Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus selaku penulis puisi tersebut.

“Kami minta maaf sebesar-besarnya pada Gus Mus dan keluarga besar NU karena puisi yang dibacakan Pak Ganjar ternyata puisi Gus Mus,” ujar Rahmat dalam konferensi pers di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Selasa (10/4).

Rahmat mengatakan, awalnya FUIB berencana melaporkan Ganjar ke Bareskrim Mabes Polri. Puisi yang dibacakan calon gubernur Jawa Tengah itu dianggap menistakan agama karena menyebut Tuhan lebih dekat tapi masih sering dipanggil dengan pengeras suara.

Namun setelah diketahui puisi itu ternyata karangan Gus Mus, FUIB membatalkan rencana pelaporan tersebut.

“Kami kemudian menyimpulkan bahwa kami keliru menyampaikan persoalan ini,” kata Rahmat.

Baca juga: Ganjar Akan Dilaporkan ke Polisi Gara-gara Puisi, Ini Tanggapan PDIP

Rahmat juga menegaskan batalnya pelaporan ke Bareskrim bukan karena kuasa hukum Ganjar telah lebih dulu melaporkannya ke Polda Jateng pada Senin (9/4) kemarin.

Rahmat menyatakan, pembatalan laporan itu karena puisi tersebut karangan tokoh ulama senior dan merupakan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Gus Mus.

“Mereka laporkan kami no problem. Saya selaku ketua umum FUIB bertanggung jawab, karena yang perlu digarisbawahi itu puisi Gus Mus,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu Rahmat juga membandingkan dengan puisi Sukmawati Sukarnoputri tentang azan dan cadar yang juga sempat menuai kontroversi. Menurutnya, dalam puisi karangan Gus Mus tak langsung menyinggung soal azan.

Selain itu, pihak FUIB juga mengaku khawatir jika pelaporan ke Bareskrim nantinya justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk kepentingan politis.

“Kami evaluasi ternyata muatan politisnya sangat tinggi karena Pak Ganjar masih cagub, karena itu kami tidak mau ditunggangi lawan politik Pak Ganjar,” ujar Rahmat.

Baca: Dianggap Nyinyir Azan, Puisi yang Dibacakan Ganjar Dikecam Netizen

Lebih lanjut, Rahmat mengaku siap dipertemukan dengan Gus Mus untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung.

“Nanti kami tunggu senior-senior (FUIB) dulu, secepatnya bisa (diatur pertemuan) untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung,” lanjutnya.

Diketahui, puisi berjudul ‘Kau Ini Bagaimana Atau Aku Harus Bagaimana’ yang dibacakan Ganjar menuai kontroversi. Puisi karya Gus Mus pada tahun 1987 itu dibacakan Ganjar dalam sebuah acara di salah satu stasiun televisi swasta.

Frasa yang dipersoalkan dalam puisi itu adalah: ‘Kau ini bagaimana? Kau bilang Tuhan sangat dekat, kau sendiri memanggilnya dengan pengeras suara setiap saat’.

Loading...