Daerah, Kriminal, Sumatera Selatan

Pembunuh Sopir Go-Car Dihukum Penjara Seumur Hidup

Pembunuh sopir taksi Go-Car
Pembunuh sopir taksi Go-Car dibekuk aparat. (raja/detikcom)

Jurnalindonesia.co.id – Ari Tri Sutrisno (32) dan Aldo Putra Zainuddin (25) dihukum penjara seumur hidup. Keduanya terbukti mencincang sopir Go-Car, Edwar Limba, menggunakan samurai dan golok hingga tewas.

Kasus bermula saat keduanya berencana merampok mobil pada 19 Agustus 2017. Ari dan Aldo lalu mengajak dua rekannya lagi. Setelah tim terbentuk, kemudian mereka memesan Go-Car keesokan harinya. Tidak lupa mereka menyiapkan kawat seling, samurai dan golok.

Mereka lalu memesan Go-Car dengan pengemudi Edwar. Mobil yang dibawa Edwar yaitu Avanza BG 1103 QZ. Mereka meminta diantarkan ke Pangkalan Balai Banyuasin. Baru sampai Tanjung Kelapa malam, mereka meminta Edwar menyetop kendarannya.

Setelah mobil berhenti, aksi biadab mereka dilaksanakan. Komplotan ini berbagi tugas, ada yang mencekik, memegang tangan dan kaki. Ada pula bagian ekskeusi dengan mencincang tubuh Edwar yaitu Ari dan Aldo menggunakan samurai dan golok. Dalam sekejap, nyawa Edwar dengan badan penuh luka.

Baca Juga:  Disebut Punya Istri Simpanan, Anies Laporkan Pemilik Akun @chikohakim ke Polda

Pembunuhan ini membuat geger. Polisi bergerak dan membekuk komplotan tersebut, sepekan setelahnya. Dua pelaku didor kakinya karena melawan. Mereka diadili dengan berkas terpisah.

Untuk Ari dan Aldo, diadili dalam satu berkas. Jaksa menuntut keduanya dengan hukuman 20 tahun penjara. Tapi apa kata majelis?

“Menyatakan Ari Tri Sutrisno alias Ari Bin Zainal Abidin dan Terdakwa Aldo Putra Zainudin alias Yung Yung telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ‘pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban mati’. Menjatuhkan pidana terhadap para Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara masing-masing selama seumur hidup,” putus majelis PN Sekayu, sebagaimana dikutip detikcom dari website Mahkamah Agung (MA), Rabu (4/4/2018).

Baca Juga:  Seminggu MH Thamrin Dibuka, 800 Lebih Pemotor Ditilang dan Kemacetan Naik 35%

Duduk sebagai ketua majelis Arlen Veronica dengan anggota Tyas Listiani dan Rizkiansyah.

Lalu apa alasan majelis menjatuhkan hukuman di atas tuntutan jaksa? Pertama, perbuatan keduanya mengakibatkan luka yang mendalam terhadap keluarga korban, di mana korban mempunyai istri dan anak yang masih kecil.

Kedua, Ari-Aldo telah menimbulkan keresahan di masyarakat yaitu terganggunya rasa keamanan masyarakat yang sedang bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan ekonnomi hingga larut malam. Selain itu keresahan yang muncul adalah sempat meningkatnya ketegangan dan kecurigaan antara supir taksi konvensional dan supir taksi online.

Baca Juga:  Metro TV Siarkan Video Hoax Gempa Lebak Banten?

“Perbuatan Para Terdakwa dilakukan dengan sadis dan telah direncanakan sebelumnya. Hal mana di antaranya nyata terlihat dari persiapan yang dilakukan beberapa hari sebelum kejadian, alat alat yang digunakan dan posisi duduk para Terdakwa dalam mobil yang dikendarai korban,” ujar majelis dengan suara bulat.

Bila putusan ini berkekuatan hukum tetap, mereka harus menghuni penjara hingga meninggal dunia.

DETIKCOM