Ekonomi dan Bisnis

Presiden Jokowi Tak Percaya Prediksi 800 Juta Lapangan Kerja Hilang di 2030

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo

Jurnalindonesia.co.id – Presiden Joko Widodo mengaku tak percaya dengan prediksi yang menyatakan lapangan pekerjaan akan hilang, seiring masuknya industri 4.0 sebagai pedoman RI menghadapi revolusi industri jilid 4.

Presiden Jokowi menjelaskan, ‎Riset lanjutan McKinsey Global Institute pada November 2017 lalu memprediksi bahwa revolusi industri 4.0 akan menghilangkan 800 juta lapangan kerja di seluruh dunia antara sekarang sampai 2030.

“800 juta pekerja di seluruh dunia akan kehilangan pekerjaan karena diambil alih oleh robot dan mesin dalam 12 tahun ke depan. Tapi yang ini saya enggak percaya, kalau yang pesimis saya enggak percaya, atau paling enggak rada enggak percaya,” kata Jokowi di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Presiden Jokowi justru meyakini bahwa dengan hadirnya revolusi industri 4.0 akan melahirkan jauh lebih banyak lapangan kerja dan menciptakan peluang-peluang besar untuk menumbuhkan usaha daripada jumlah lapangan kerja yang hilang.

“Apakah revolusi industri sebuah peluang besar? Jawaban saya, iya, kalau kita merencanakan, persiapkan dan antisipasi” lanjut Jokowi.

“Apakah revolusi industri 4.0 ini sebuah ancaman? Jawaban saya, iya dan tidak, bisa iya bisa tidak, tergantung kita,” tambah Jokowi.

Lebih lanjut Presiden Jokowi mengatakan, riset McKinsey Global Institute pada 2015 menyatakan revolusi industri baru dampaknya akan 3 ribu lebih dahsyat dari revolusi industri pertama di abad 19.

‎”Inilah yang harus kita pahami, kita mengerti dan kita antisipasi, dari Laporan yang diterima termasuk dari Menteri Perindustrian dan saya percaya itu, saya percaya dampak revolusi industri 4.0,” tutup Jokowi.