Nasional

Yusril Sebut Ayah Ahok WNA, Adik Ahok Bantah Lewat Surat Terbuka

Keluarga Ahok. (Foto: istimewa)

Jurnalindonesia.co.id – Adik kandung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Harry Basuki Tjahaja Purnama, membuat surat terbuka yang ditujukan untuk Yusril Ihza Mahendra. Surat tersebut mempertanyakan pernyataan Yusril mengenai ayahnya, Indra Tjahaja Purnama.

“Saya cukup terkejut dengan pernyataan Bang Yusril mengenai bapak saya di acara Islamic di Medan,” kata Harry dalam suratnya, sebagaimana dikutip TEMPO, Senin, 2 April 2018.

“Saya tidak mengerti kenapa nama bapak saya dibawa-bawa di acara tersebut,” ujarnya.

Dalam Kongres Umat Islam 2018 yang digelar di Medan, Sumatera Utara, 30 Maret 2018, Yusril mengatakan bahwa peluang Ahok untuk dicalonkan sebagai presiden ataupun wakil presiden sudah tertutup. Sebab, kata Ketua Umum Partai Bulan Bintang itu, Ahok tidak terlahir sebagai warga negara Indonesia.

“Ahok baru memilih menjadi Warga Negara Indonesia sekitar tahun 1986,” kata Yusril.

Menurut Yusril, calon presiden dan calon wakil presiden harus Warga Negara Indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain karena kehendaknya sendiri. Hal tersebut, kata dia, tertuang dalam Pasal 6 ayat 1 UUD 1945.

Atas dasar itulah Ahok mustahil dapat dicalonkan.

Yusril mengaku kenal dengan keluarga Ahok lantaran sama-sama tinggal di Bangka Belitung. Ayah Ahok, kata Yusril, bernama Tjoeng Kiem Nam. Pria itu memilih menjadi Warga Negara Tiongkok pada masa penentuan warga negara pada 1962. Otomatis, kata Yusril, Ahok yang lahir pada 1966, juga berstatus Warga Negara Tiongkok.

Baca Juga:  Ahok Dijerat UU ITE, Ini kata Pengamat

Menanggapi pernyataan tersebut, Harry Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, tidak sepantasnya nama ayahnya dibawa-bawa dalam urusan ini.

“Kalau ini urusannya dengan Ko Ahok, itu urusan Bang Yusril dengan Ko Ahok. Tapi kalau menyangkut bapak saya, maaf ini menyangkut saya,” ujar Harry.

Harry sendiri lahir tahun 1971, dia mengaku tidak pernah mengetahui ayahnya berkewarganegaraan asing. Sebab dalam akta kelahiran dituliskan nama ayahnya, Indra Tjahaja Purnama, berkewarganegaran Indonesia.

“Apakah bisa (kalau) bapak saya WNA tapi anaknya lahir sudah WNI?” tanya Harry.

Harry mengatakan, dirinya menulis surat terbuka ini cuma untuk meluruskan pernyataan Yusril yang sudah tersebar luas di media massa. Dia tidak ingin nama ayahnya dibawa-bawa dalam urusan politik kakaknya, Ahok.

Berikut ini isi surat Harry Basuki yang ditulis di Jakarta, 1 April 2018:

Baca Juga:  Oknum di Pemprov DKI Coba ‘Kerjai’ Ahok Soal Status Makam Mbah Priok

Surat terbuka buat Bang Yusril.

Ngimana abang kabarnya ikam.

Saya baru pulang dari Belitung, dari makam bapak saya. Hari ini bertepatan dengan hari raya Paskah.

Saya cukup terkejut dengan berita pernyataan Bang Yusril mengenai Bapak saya di acara Islamic di Medan.

Pertama, saya tidak mengerti, kenapa nama bapak saya dibawa-bawa di acara tersebut. Dikatakan bahwa bapak saya memilih menjadi WNA dan kami menjadi warga negara Indonesia tahun 1986.

Kalau ini urusannya dengan Ko Ahok, itu urusan Bang Yusril dengan Ko Ahok. Saya sendiri berhubungan baik dengan adik Bang Yusril. Tapi kalau menyangkut bapak saya, maaf ini menyangkut saya.

Kedua, saya berpikir bagaimana bapak saya yang memiliki nasionalisme tinggi, (lebih) memilih (menjadi) warga negara asing dan baru menjadi WNI sekitar tahun 1986? Padahal bapak saya selalu mengajarkan nilai-nilai nasionalisme dan kami semua sekolah di SD Negeri 3 Gantung.

Yang ketiga, bagaimana Bang Yusril tahu kalau bapak saya lebih memilih WNA, sedangkan umur Bang Yusril saja masih muda? Apa bapak saya bilang ke abang, keluarga abang atau hanya kesimpulan abang saja? Saya tidak tahu sulit atau tidaknya mengurus (menjadi) WNI waktu itu.

Bapak saya lahir di desa air tangga / simpang pesak, Belitung Timur. Beliau meninggalkan nama baik dan selalu dikenang membantu masyarakat yang membutuhkan. Begitulah almarhum bapak saya.

Yang terakhir, tentu saya ingin tahu dan melihat akte kelahiran saya. Di situ jelas tertulis bahwa saya lahir sebagai Warga Negara Indonesia. Apakah bisa (kalau) bapak saya WNA tapi anaknya lahir sudah WNI ?

Saya tidak bermaksud apa-apa. Hanya ingin meluruskan bahwa bapak saya almarhum bernama : INDRA TJAHAJA PURNAMA. Silahkan lihat di akte kelahiran saya. Dan bapak saya adalah Warga Negara Indonesia yang sangat-sangat cinta tanah air.

Bapak yang selalu ingin anak-anaknya sekolah agar pulang dapat membantu dan membangun masyarakat di kampung halamannya.

Salam,

Harry Basuki

Surat terbuka untuk Yusril dari adik Ahok

Surat terbuka untuk Yusril dari adik Ahok. (Foto: istimewa)