Nasional

Mobilnya Diderek Dishub, Ratna Sarumpaet Marah dan Telepon Anies Baswedan

Ratna Sarumpaet
Ratna Sarumpaet . (Foto: istimewa)

Jurnalindonesia.co.id – Ratna Sarumpaet meluapkan kemarahannya kepada petugas Dinas Perhubungan karena mobilnya diderek.

Video saat Ratna marah-marah ke petugas pun viral di media sosial.

Ratna protes karena dirinya tengah di dalam mobil tersebut. Juga, menurut Ratna, tidak ada rambu larangan parkir di tempat itu.

“Saya protes, orang tak ada larangan. Memang tak ada rambu. Dan mereka kayak maling. Saya duduk di mobil, mereka langsung pasang-pasang. Saya bilang apa, ini ada yang punya mobil, kok langsung pasang tak bicara ke saya. Jadi saya marah dong,” kata Ratna kepada detikcom, Selasa (3/4/2018).

Peristiwa ini, kata dia, terjadi pada siang tadi di sekitar Taman Tebet, Jakarta Selatan. Ratna kemudian mempertanyakan alasan petugas menderek mobilnya.

Baca Juga:  Ketum GP Ansor Doakan Ratna Sarumpaet Segera Tobat

Baca: Ratna Sarumpaet Menangis Meratapi 250 Juta Rakyat RI Terpuruk di Era Jokowi

Kemudian petugas meminta Ratna untuk berbicara langsung dengan pimpinan petugas itu. Pada saat masih melakukan perbincangan, mobil Ratna dibawa petugas.

“Ini apa dasarnya. Lalu mereka bilang, ‘Bicara saja sama pimpinan saya.’ Saya ke pimpinannya, masih bicarakan hal itu, mereka bawa kabur mobil saya. Pemimpinnya bilang itu karena perda 2014,” ujar Ratna.

Namun, kata Ratna, tidak ada rambu dilarang berhenti di lokasi tempat dia parkir. Dengan demikian, dia merasa mobilnya seharusnya tidak diderek.

Baca Juga:  Surat Terbuka Ahli Hukum MUI Menjawab Permintaan Maaf Ahok: Taubatlah Wahai para Penasehat Hukum Ahok

“Harusnya kalau perda di situ ada tanda. Kendaraan saya tidak boleh diderek. Karena saya tidak senang dengan gaya mereka, seperti anak kecil, saya bukannya tidak ingin dihormati,” ucap Ratna.

Dari video yang beredar di medsos, tampak di video tersebut Ratna berdebat dan marah kepada petugas. Sementara mobilnya yang berwarna hitam sudah akan diderek.

Karena itulah akhirnya Ratna menelepon Gubernur DKI Anies Baswedan.

“Kontak ke Pak Anies. Tapi karena Pak Anies tak ada, saya bicara dengan stafnya. Lalu mereka ditugaskan bantuannya seperti itu,” kata Ratna kepada Detikcom, Selasa (3/4/2018).

“Mereka bilang, ‘Nanti saya bantu, Bu,'” imbuhnya.

Baca Juga:  Mengaku, Ratna Sarumpaet Minta Maaf ke Prabowo dan Amien Rais Soal Hoaks Penganiayaan

Akhirnya, Ratna mengaku dihubungi staf Anies yang menyatakan bahwa mobilnya bisa diambil. Namun Ratna enggan mengambilnya.

“Saya bilang, ‘Saya tidak akan ambil mobil saya dari situ, dan saya sampaikan maaf ke Pak Anies.’ Kalau pejabat Pemda melakukan kesalahan, mereka juga punya kewajiban harus minta maaf. Mereka juga harus pulangkan mobil saya ke rumah,” ujarnya.

Simak videonya berikut: