Sepakbola, Sport

Messi Wajib Boyong Trofi Piala Dunia Jika Ingin Samai Maradona

jurnalindonesia.co.id – Mega bintang bercelona Lionel Messi nantinya digadang-gadang bakal dikenang sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Tapi untuk bisa benar-benar mencatatkan namanya dalam sejarah, Lionel Messi dinilai perlu menjuarai Piala Dunia musim ini.

Bersama Barcelona, kemampuan Messi sungguh sangatlah gemilang dirinya diakui sebagai pemain terbaik di barcelona. Rentetan prestasinya bersama Barcelona menjadi penyebabnya, di mana Messi sudah menjuarai berbagai gelar mulai dari La Liga, Copa del Rey, Piala Super Spanyol, Liga Champions, Piala Super Eropa, hingga Piala Dunia Antarklub. Tapi sayangnya kini Messi sulit mengulang kesuksesannya di level klub bersama timnas Argentina.

Baca Juga:  Setahun Hilang, Kapal Selam Argentina yang Lenyap Bersama 44 AwaknyaDitemukan

Mantan pelatih timnas Argentina, Carlos Bilardo menilai Messi belum bisa dikatakan selevel Dengan Maradona sebagai pesepakbola terbaik dunia. Pasalnya, Maradona bisa memberi trofi Piala Dunia untuk Argentina pada tahun 1986. Maka Dari Itu Messi wajib memboyong trofi Piala Dunia ke Argentina.

“Secara keseluruhan, Bilardo percaya Messi bisa melakukannya dan Argentina punya peluang besar untuk mewujudkannya,” terang Bilardo kepada Marca.

Baca Juga:  Prediksi Jerman vs Italia: Ini Titik Lemah Tim Panser yang Akan Dibidik Italia

Menurut dia, sekarang skuat Albiceleste mempunyai banyak pemain hebat, dan itu bisa menjadi peluang baik untuk Argentina dalam meraih gelar di Rusia musim panas ini.

Membawa argentina untuk menjadi juara piala dunia memang tidaklah mudah, Menurut Bilardo, Messi harus diberi kebebasan penuh untuk bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya. Dia tak perlu dibebani tugas defensif, Bilardo menilai hal itu sudah terbukti pada 2014 dan menurutnya saat itu Argentina lebih bagus dari Jerman meski akhirnya Argentina kalah di final.

Baca Juga:  Warga Palestina Akan Bakar Jersey Lionel Messi, Ada Apa?

Messi pernah membawa negaranya ke final Piala Dunia 2014, namun kalah dari Jerman 0-1. Setelah itu, ia juga gagal dua kali berturut-turut di final Copa America pada 2015 dan 2016 dari Chile.