Kriminal

Ketua DPW PAN Batanghari Ditangkap Polisi Kasus Narkoba

M. Hafiz Fattah (kiri) bersama Gubernur Jambi Zumi Zola. (Foto: Instagram @hafiz.fattah)

Jurnalindonesia.co.id – Ketua DPW PAN Batanghari, M.Hafiz Fattah, ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polresta Jambi pada Kamis (29/3) sekitar pukul 02.30 WIB dini hari. Dia ditangkap bersama 3 pria lainnya saat sedang melakukan pesta narkoba di sebuah rumah di Jalan H. Agus Salim komplek Perumahan Camat RT 07 Nomor 20 B Kelurahan Handil Jaya, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi.

Dilaporkan Jambi Ekspres (Jawa Pos Group), M. Hafiz yang juga merupakan putra dari Wakil Bupati Batanghari, Sofia Joesoef, diamankan bersama tiga rekannya. Mereka adalah Fanny Andriawan, warga Telanaipura, Jantan Grahadayana, warga Kebun Handil yang berprofesi sebagai PNS di Kabupaten Muaro Jambi, dan Hamdi, warga Jambi Timur.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Fauzi Dalimunthe membenarkan kejadian ini.

“Iya memang benar,” kata Kombes Pol Fauzi Dalimunthe kepada Jambi Ekspres, Senin (2/4).

Menurut Fauzi, saat ini keempat pelaku diamankan di Mapolresta Jambi. Kasus ini juga masih dalam pengembangan.

Baca Juga:  Miris, Balita di Riau Positif Narkoba, Diduga dari Permen

“Sekarang diamankan di Polresta Jambi di tahanan Satresnarkoba,” kata Fauzi.

Ketua DPD PAN Batanghari saat Diamankan Polresta Jambi

Ketua DPD PAN Batanghari saat Diamankan Polresta Jambi

Dalam penggerebekan tersebut, disita barang Bukti 3 paket sabu dengan berat kotor 1,22 gram dan seperangkat alat hisap sabu.

Penangkapan bermula dari laporan warga yang menyebut di salah satu rumah di Jalan H Agus Salim, Kelurahan Handil Jaya, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, sering dijadikan tempat penyalagunaan narkotika.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, anggota Opsnal Satresnarkoba Polresta Jambi langsung mendatangi TKP pada sekitar pukul 02.30 WIB. Anggota langsung masuk ke dalam rumah tersebut dan berhasil mengamankan 3 orang laki-laki.

Ketiganya adalah Fanny, M Hafiz dan Jantan Grahayana. Ketiganya sedang menggunakan narkotika jenis sabu di dalam rumah Jantan.

Selanjutnya dilakukan penggeledahan di rumah tersebut, ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 2 paket sabu dan alat hisap di lantai. Dilakukan penggeledahan di badan, ditemukan satu paket sabu di saku celana Fanny.

Baca Juga:  Jokowi Disalahkan di Kasus Andi Arief, Ruhut: Untung Mereka Tak Tahu Alamat Tuhan

Setelah diintrogasi, barang bukti tersebut diakui adalah miliknya. Dibeli dari K (DPO) melalui perantara Hamdi sebagai pembeli dengan uang Rp 1,2 juta.

Setelah dilakukan pengejaran, Hamdi berhasil ditangkap di depan Alfamart di Sungai Kambang.

Atas kasus ini, tersangka dijerat Pasal 112 ayat 1 atau Pasal114 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Sementara itu, Sekretaris DPW PAN Jambi, Husaini, mengaku sudah mendapat kabar penangkapan Ketua DPD PAN Batanghari tersebut.

“Tapi seperti apa kebenarannya kita belum menerima kabar secara resmi. Biarkan mereka pihak kepolisian bekerja dulu,” katanya.

Menurut Husaini, DPW baru akan melaporkan permasalahan ini ke DPP jika sudah ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.

“Soal seperti apa sanksi atau sikap, itu tergantung pusat. Kerana kebijakan ada di sana,” ujarnya.

Baca Juga:  Inilah Abdul Ghani, Pengusaha Emas yang Dibunuh karena Berusaha Bocorkan Tipuan Penggandaan Uang Kanjeng Dimas

Bukan kasus pertama

Ini bukan kali pertamanya politikus PAN M Hafiz harus berurusan dengan hukum karena kasus narkoba. Pada akhir Juli 2016 lalu, pria yang menjabat sebagai Ketua DPD PAN Kabupaten Batanghari, Jambi, itu juga ditangkap BNN. Kala itu dia bersama rekannya, RD. Keduanya ditangkap saat sedang pesta sabu.

Kedua pelaku ditangkap di tempat terpisah.

Untuk memastikan pelaku mengonsumsi narkoba, pihak BNN Kota Jambi langsung melakukan tes urine. Hasilnya, kedua pelaku positif menggunakan narkoba jenis sabu dan pil ekstasi.