Daerah, DKI Jakarta, Kriminal

Terkait Prostitusi di Apartemen Kalibata City, Ini Tanggapan Anies

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Antara/Galih Pradipta)

Jurnalindonesia.co.id – Pemerintahan Provinsi (Pemprov) DKI tengah gencar menggempur tempat-tempat yang diduga digunakan untuk praktik protitusi, seperti Hotel Alexis.

Terbaru, dugaan prostitusi terselubung juga ditemukan di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Bahkan, disebut-sebut tempat itu sudah sering dijadikan transaksi prostitusi, sebagaimana diungkap kepolisian.

Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Anies Baswedan mengaku akan mempelajarinya terlebih dahulu.

“Saya pelajari dahulu,” kata Anies di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Pusat, Jumat (30/3).

Sebelumnya, pada Kamis (29/3/2018) Polda Metro Jaya membongkar praktik prostitusi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Mereka berinsial SL (50), IP (27), dan MP (21).

Baca Juga:  Hidayat Nur Wahid Usul Peringatan HUT Jakarta Tiap 22 Ramadan, Ini Tanggapan Anies

Selain itu, polisi juga mengamankan YP (19) yang bertugas untuk bersih-bersih dan mengantar tamu sesuai perintah muncikari.

Kompleks apartemen Kalibata City

Kompleks apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (29/5/2027). (Foto: Kompas/Dea Andriani)

Waditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary mengatakan, dari setiap pekerja seks komersial (PSK), para pelaku biasanya meraup keuntungan Rp 100 ribu hingga Rp 500.

Baca Juga:  Rumah DP Rp 0 Sulit Terlaksana, Anies Siapkan Sistem Sewa

“Untuk short time Rp 350 ribu harga kamarnya dan Rp 500 ribu harga PSK, dengan waktu sewa satu jam. Kalau long time Rp 350 ribu harga kamarnya, dan Rp 2,8 juta untuk harga PSK, dengan waktu sewa sembilan jam,” kata dia, Jumat (30/3).

Pengungkapan dugaan praktik prostitusi di Kalibata City itu berawal dari informasi masyarakat. Banyak yang merasa resah dengan aktivitas prostitusi di apartemen di dekat Taman Makam Pahlawan Kalibata itu.

Baca Juga:  Kehadirannya di Batam Ditolak Massa, Neno Warisman: Saya Sedih Banget

Padahal kata dia, kasus serupa sudah pernah terungkap di lokasi yang sama pada 2016 dan pada Januari 2018. Untuk itu, polisi terus mendalami dugaan tentang keterlibatan pengelola apartemen dalam praktik tersebut.