Kriminal

Anies Ancam ‘Alexis-kan’ Tempat Hiburan Nakal Lainnya

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan, bahwa telah ditemukan pelanggaran peraturan daerah pada tempat usaha hiburan malam Alexis. Pemprov DKI memberikan waktu 5 x 24 jam setelah surat dikirimkan kepada PT Grand Ancol Hotel, selaku pengelola Alexis.

Mantan Mendikbud ini menegaskan akan menutup tempat hiburan dan usaha pariwisata yang melakukan pelanggaran yang sama seperti Alexis.

“Kita berharap semua, jangan teruskan pelanggaran-pelanggaran berat seperti ini. Apalagi yang menyangkut perdagangan manusia, praktik-praktik seperti narkoba,” kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, kemarin.

Baca Juga:  Terkait Mobil Ratna Sarumpaet, Fahri: Anies Harus Jelaskan Apa yang Terjadi

Selain perdagangan manusia dan narkoba, Anies juga mengancam akan menutup atau melakukan tindakan tegas kepada semua tempat hiburan dan usaha pariwisata yang melakukan pelanggaran prostitusi dan perjudian.

“Apa yang diindikasikan tentang praktik pelanggaran itu, ditemukan bukti-bukti yang kuat telah terjadi. Bukan narkoba, kita tidak lihat, tetapi praktik prostitusi, praktik perdagangan manusia, kita temukan,” kata Anies.

Keputusan ini diambil setelah Pemprov DKI Jakarta memastikan adanya praktik prostitusi dan perdagangan manusia di tempat itu.

Baca Juga:  Anies Bantah Ditelepon dan Bantu Ratna Sarumpaet Terkait Mobil Diderek Dishub

Temuan itu sendiri bermula dari pemberitaan sebuah media massa yang menginvestigasi adanya praktik prostitusi di tempat karaoke 4play.

Tempat karaoke itu merupakan sisa tempat hiburan yang ada di Alexis setelah Pemprov DKI menutup griya pijat mereka.

“Kita ambil sikap tegas, jelas, sekaligus kirimkan pesan kepada semua jangan teruskan praktik seperti ini,” lanjut Anies.

Manajemen Alexis melanggar Pasal 14 Peraturan Daerah (Perda) nomor 6 tahun 2015. Seluruh pihak terkait di Pemprov DKI mengumpulkan seluruh informasi dan sumber sampai menyimpulkan bahwa Alexis telah melanggar Perda.

Baca Juga:  Pembunuh Sopir Go-Car Dihukum Penjara Seumur Hidup

Pemprov DKI memberikan waktu sampai hari ini kepada pihak Alexis untuk menutup semua usahanya, 5 hari setelah surat dikeluarkan pada Kamis (22/3).