Ekonomi dan Bisnis

Arcandra Tahar: Cadangan Minyak Bumi Indonesia Habis Pada 2030

Arcandra Tahar
Arcandra Tahar

Jurnalindonesia.co.id – Cadangan terbukti minyak bumi yang dimiliki Indonesia saat ini hanya berkisar 3,3 miliar barel. Dengan jumlah tersebut, dalam 11 hingga 12 tahun ke depan Indonesia tidak mampu lagi memproduksi minyak bumi.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan penghitungan cadangan itu dengan asumsi produksi konstan 800.000 per hari tanpa adanya temuan cadangan baru.

Dia menambahkan cadangan terbukti minyak bumi itu bukanlah cadangan yang melimpah. Bila dibandingkan dengan cadangan terbukti minyak dunia, jumlah itu setara dengan 0,2%.

Selain itu, Reserve Replacement Ratio (RRR) Indonesia juga dinilai masih rendah.

“Kita hanya mampu RRR 50%. Itu adalah rasio berapa banyak yang kita ambil terhadap berapa banyak (cadangan minyak) yang kita temukan. Kita dua kali lebih banyak mengambil daripada menemukan, sementara negara-negara tetangga RRR-nya banyak yang diatas 100%,” kata Arcandra, Senin (26/3/2018).

Baca juga: Arcandra Dilaporkan ke KPK Terkait Kontrak Pertamina

Maka dari itu, teknologi dan penemuan cadangan baru adalah faktor yang sangat penting untuk keberlangsungan produksi minyak bumi di Indonesia.

Dia mengaku, saat ini kegiatan eksploitasi minyak bumi baru sekitar 40-50% dari total cadangan minyak bumi yang ada.

Menurut dia, sampai saat ini belum ada teknologi yang bisa menunjang proses penemuan cadangan minyak secara maksimal.

“Selama anak cucu kita bisa menemukan teknologi itu, kita akan bisa memproduksi lebih dari itu,” ujar Arcandra.

Sementara itu untuk produksi gas ada catatan yang lebih baik, yakni cadangan masih berkisar 25-50 tahun ke depan.

Baca juga: Arcandra Tahar di Diskusi “Membangun Kedaulatan Energi”: Apakah Kita Bangsa Indonesia Punya Kepribadian dan Kebudayaan?

CNBC Indonesia