Daerah, Jawa Timur, Kriminal, Pendidikan

Ratusan KIP Dimasukkan Karung dan ‘Dibuang’ di Tempat Laundry di Surabaya

Kartu Indonesia Pintar yang dibuang di laundry di Surabaya.
Kartu Indonesia Pintar yang dibuang di laundry di Surabaya. (Foto: Tribunjatmim.com/Nur Ika Anisa)

Jurnalindonesia.co.id – Ratusan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang dimasukkan ke dalam karung ditemukan tergeletak di pojok sebuah outlet laundry di Jalan Nginden Njangkungan, Surabaya, Senin (19/3/2018).

Karung berisi KIP tersebut ditemukan oleh Kardi (43), warga Nginden Jangkungan, Surabaya sekitar pukul 15.00 WIB. Awalnya, dia dan ibunya — pemilik laundry tersebut — mengira karung tersebut berisi pakaian yang hendak dicuci.

Namun, setelah dibuka teryata karung tersebut berisi tumpukan kertas, yang diketahui adalah berkas Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Begitu dibuka loh kok amplop segini banyaknya dan isinya KIP, saya kaget,” kata Kardi di Polsek Sukolilo, Selasa (20/3/2018).

KARUNG BERISI KIP

Pembongkaran karung berisi KIP. (Foto: istimewa)

Kardi kemudian melaporkaan temuannya tersebut ke RT dan kelurahan setempat. Mereka juga melakukan pengecekan berkas KIP yang lengkap, berikut amplop berkas.

“Semalam kami bersama Kasat Binmas, Lurah, PMK dan pengurus RT setempat membuka karung dan amplop di dalam karung itu sekitar pukul 10.00 WIB tadi,” ujar Kardi.

Menurut Kardi tidak ada alamat jelas tertera dalam karung tersebut.

“Jadi yang menyerahkan siapa dan untuk apa, tidak tahu,” tuturnya.

Kasus itu kemudian ditangani kepolisian Sukolilo untuk diselidiki lebih lanjut. Sementara barang bukti diamankan di Polsek Sukolilo, Surabaya.

Ada 643 terbitan 2016

Setelah diselidiki dan dihitung, ada total 643 KIP di dalam karung tersebut. Kartu tersebut diterbitkan tahun 2016. Oknum yang membawa tumpukan kartu tersebut juga terungkap.

Kartu-kartu tersebut ternyata dibawa oleh Syahrir Hamid (32), seorang kurir ekspedisi warga Jalan Njangkungan, Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan membenarkan hal tersebut. Pihak kepolisian pun telah meminta keterangan Syahrir Hamid pada Selasa (20/3/2018).

“Dia yang bertanggung jawab karena sebagai kurir. Kita masih dalami penyelidikannya,” ujar Kombes Rudi, Kamis (22/3/2018).

KIP dibuang

Kombes Pol Rudi Setiawan tunjukkan berkas dan kartu Indonesia Pintar yang ditemukan di kios laundry di Sukolilo. (Foto: Tribunjatim.com/Nur Ika Anisa)

Dari informasi yang dilansir TribunJatim.com, KIP tersebut dititipkan Hamid kepada pemilik laundry sekitar satu tahun yang lalu.

Diduga ada dua dokumen KIP beridentitas sama dengan milik warga Kejawan Gebang, Surabaya.

Pada dokumen tersebut tertulis milik M Harir Muzaki, Sulistina dan Sultoni warga Kejawan Gebang.

“Kita kroscek valid apa tidak. Apakah namanya benar, usianya benar, alamatnya benar. Kita lakukan pengecekan. Informasi yang kita mintai keterangan kurang lebih setahun lewat (di laundry),” kata Kombes Rudi, Rabu (21/3/2018).

Hingga saat ini polisi masih menyelidiki temuan karung itu dan menelusuri pendistribusian KIP yang sebenarnya.

“Kita lakukan pengecekan apakah ini sudah dilakukan penarikan, apakah prosesnya benar dan apakah ada kartu yang baru,” kata Rudi.

“Kita terus melaksanakan penyelidikan. Apakah ada pidananya atau tidak,” imbuhnya.

Kartu Indonesia Pintar yang dibuang di laundry di Surabaya.

Kartu Indonesia Pintar yang dibuang di laundry di Surabaya. (Foto: Tribunjatmim.com/Nur Ika Anisa)

Tim dari TribunJatim.com berupaya menemui Sulistina untuk meminta konfirmasi terkait KIP tersebut. Sulistina adalah ibu dari seorang siswa pemilik KIP tersebut.

Namun Sulistina mengaku telah mendapatkan KIP sekitar satu tahun lalu.

Bahkan Sulistina sudah pernah mencairkan dana bantuan biaya sekolah anaknya sekitar Rp 1 juta menggunakan KIP yang dia miliki.

Dia pun tak tahu menahu kenapa namanya masih terdaftar di KIP yang menumpuk menjadi barang bukti kepolisian tersebut.

Baca selanjutnya: Ratusan Kartu Indonesia Pintar Dibuang, DPR Kritik Kinerja Kemendikbud