Kriminal

Kehadiran Bos First Travel di Ruang Sidang Disambut Teriakan “Maling!” hingga Sumpah Serapah Pengunjung

Terdakwa kasus dugaan penipuan dan penggelapan biro perjalanan umrah First Travel, Direktur Utama Andika Surachman (kiri), Direktur Anniesa Hasibuan (kedua kanan), dan Direktur Keuangan Kiki Hasibuan (kedua kiri) menjalani sidang dengan agenda keterangan saksi dari JPU di Pengadilan Negeri Kota Depok, Jawa Barat, Senin (5/3/2018). (Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso)

Jurnalindonesia.co.id – Sidang lanjutan kasus dugaan penipuan jemaah umrah oleh First Travel dengan terdakwa Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Siti Nuraidah kembali digelar di Pengadilan Negeri Depok, Rabu (21/3/2018).

Dalam sidang kali ini, Jaksa menghadirkan 5 orang saksi; 2 orang mantan karyawan First Travel dan 3 orang calon jemaah.

Andika, Anniesa dan Siti Nuraidah memasuki ruang sidang sekitar pukul 10.40 WIB dengan didampingi petugas keamanan.

Sementara itu, puluhan korban calon jemaah First Travel yang telah hadir sejak pagi untuk melihat langsung jalannya persidangan, menyambut ketiga terdakwa dengan cacian dan makian.

Baca Juga:  5 Kasus Dugaan Penipuan Jemaah Umrah yang Menghebohkan Publik

“Huuu.. maling!” teriak para korban.

Tak hanya itu, para korban yang didominasi ibu-ibu itu juga meneriaki terdakwa dengan sebutan-sebutan yang tak pantas.

Korban First Travel

Korban First Travel memadati ruang sidang Pengadilan Negeri Depok, Rabu (21/3/2018). (Fot: Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda)

Saat persidangan ingin dimulai, pengamanan diperketat oleh petugas Polwan di dalam ruangan persidangan.

Petugas pengadilan juga sempat mengingatkan para pengunjung sidang untuk tertib.

Baca juga: First Travel Akhirnya Setuju Bayar Ganti Rugi Rp 1 Triliun, Tapi dari Mana Uangnya ya?

Diketahui, Andika dan istrinya, Annisa didakwa melanggar pasal 378 KUHP junto pasal 55 ayat 1 KUHP junto pasal 64 ayat (1) KUHP dan pasal 372 KUH junto pasal 55 ayat 1 KUHP junto pasal 64 ayat 1 KUHP dan pasal 3 Undang – Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang junto pasal 55 ayat (1) KUHP junto pasal 64 ayat (1) KUHP.

Baca Juga:  Sebar Berita Bohong Soal Twit Ahok, Situs Portal Piyungan Dipolisikan

Sementara, terdakwa Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki, adik Annisa djerat pasal 378 KUHP junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP junto pasal 64 ayat (1) KUHP atau pasal 372 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP, pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Baca Juga:  Kembali Terjadi Penipuan Umrah, 12 Ribu Lebih Calon Jemaah Jadi Korban

Adapun total kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 905,33 miliar dari total 63.310 calon jemaah umrah yang gagal diberangkatkan.

Ketiga terdakwa terancam hukuman penjara 20 tahun hingga seumur hidup.

Baca: Bos First Travel Masuki Ruang Sidang, Pengunjung: Awas Penghuni Neraka Lewat