Kriminal

Dianggap Tak Pernah Bela Rizieq Shihab, Forum Umat Islam Demo Anies-Sandi

Massa yang menamakan diri Forum Umat Islam Revolusioner berunjuk rasa di depan Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (19/3/2018) siang.
Massa yang menamakan diri Forum Umat Islam Revolusioner berunjuk rasa di depan Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (19/3/2018) siang. (Foto: detikcom)

Jurnalindonesia.co.id – Forum Ummat Islam Revolusioner (FUIR) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD DKI Jakarta. Mereka menggelar demo lantaran Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dianggap selalu tinggal diam saat para ulama, khususnya pimpinan FPI Muhammad Rizieq Shihab, diterpa masalah.

“Ketika HRS (Habib Rizieq Shihab) hendak pulang ke Indonesia, umat Islam berbondong-bondong menyambutnya dan menimbulkan kegaduhan dan perdebatan tajam di masyarakat, Anies tak melakukan pembelaan apa-apa,” kata Korlap Aksi FUIR Dhany Lesy di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Senin (19/3).

Mereka berdemonstrasi sejak pukul 13.30 WIB. Orator menyebut Anies-Sandi hanya diam saat terjadi pembantaian ulama. Lewat spanduk bertuliskan ‘Ulama Dizolimi, Anies Hanya Diam.

Baca Juga:  14 Orang Pentolan Grup "The Family MCA" Sudah Ditangkap Polisi

“Kami sampaikan bahwa ini gerakan murni FUIR menyampaikan tuntutan terkait dengan pembantaian para ulama. Anies-Sandi hanya tinggal diam melihat problem pembantaian para ulama di Republik Indonesia,” ujarnya.

Dhany mengatakan, sampai saat ini Anies belum melakukan apa-apa untuk penegakkan syariat Islam.

“Anies hanya pandai beretorika tapi tak melakukan apa-apa untuk pembelaan umat yang ingin syariat ditegakkan,” ucap Dhany.

Aksi masih berlangsung dengan penjagaan dari pihak Kepolisian. Massa FUIR ini sebagian besar terdiri dari anak muda.

Tak seperti biasanya demo umat Islam yang memakai pakaian putih-putih, massa FUIR ini terlihat memakai pakaian bebas.

Massa yang menamakan diri Forum Umat Islam Revolusioner berunjuk rasa di depan Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (19/3/2018) siang. (Foto: detikcom)

Bakar foto Anies

Di tengah aksi, peserta demo melakukan pelepasan burung dan pembakaran kandang burung yang ditempeli wajah Anies.

Baca Juga:  Keluhkan Kondisi Tahanan, Ratna: Susah, Tidak Ada Ventilasi

Menurut Dhany, aksi tersebut sebagai simbol bahwa Anies selama ini dianggap hanya pandai ‘berkicau’, namun tidak ada wujud kerja nyata dalam menyelesaikan permasalahan di DKI Jakarta.

“Hanya mampu berkicau, beretorika, hanya mampu memberikan kata-kata yang manis tapi tidak mampu menyelesaikan kebijakan, tapi tidak mampu menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Gubernur DKI Jakarta,” kata Dhany.

Massa Forum Umat Islam Revolusioner membakar kandang burung yang ditempeli foto wajah Anies.

Massa Forum Umat Islam Revolusioner membakar kandang burung yang ditempeli foto wajah Anies.

Sedangkan terkait pembakaran kandang burung yang ditempeli foto Anies, Dhany mengatakan hal itu sebagai simbol bahwa Anies tidak pantas untuk duduk sebagai seorang gubernur.

Baca Juga:  6 Pernyataan Sikap Muhammadiyah Terkait Ledakan di 3 Gereja di Surabaya

“Pembakaran sarang burung ini sebagai wujud bahwa Gubernur Anies tidak layak berada duduk di Balai Kota,” tutur Dhany.

“Sekali lagi kami tidak ingin melakukan tindakan yang berlebihan disini, namun hanya bentuk kekecewaan atau kami hanya ingin memberikan warning kepada Gubernur Anies Baswedan,” pungkasnya.