Kriminal

Tiru Arab Saudi, Aceh Ingin Berlakukan Hukum Pancung

Ilustrasi hukuman pancung

Jurnalindonesia.co.id – Pemerintah Provinsi Aceh berencana menerapkan hukum pancung kepada terpidana pelaku pembunuhan berencana. Selain dinilai sesuai dengan Syariah Islam, hukuman tersebut diyakini akan menimbulkan efek jera.

Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam mempertimbangkan perluasan Syariah Islam dengan menambahkan hukuman pancung sebagai hukuman untuk kasus pembunuhan.

Kepala Bidang Bina Hukum Syariat Islam dan Hak Asasi Manusia Aceh, Dr Syukri Bin Muhammad Yusuf, mengatatakan pemerintah provinsi telah mengajukan permohonan resmi kepada departemennya untuk melakukan studi terhadap usulan tersebut.

“Hukum pancung sebenarnya sudah sesuai hukum Islam dan akan menimbulkan efek jera,” ujarnya. “Kami akan mulai membuat draf hukum setelah menyelesaikan naskah akademik.”

Baca Juga:  Ditangkap Gara-gara Memaki dan Menantang Kapolda Jabar, Pria Ini Menangis

Permintaan itu sudah dilayangkan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf pada Januari silam. Ia menilai jika hukum pidana tidak bisa memberikan hukuman mati kepada pelaku pembunuhan berencana, ia akan menerapkan hukum Qisas.

“Aceh diberikan wewenang dalam menerapkan syariat Islam,” ujarnya sebagaimana dikutip Tribunnews.

Baca juga: Tegakkan Syariat Islam, Pemkab Aceh Besar Larang Waria Buka Usaha atau Bekerja di Salon Kecantikan

Baca Juga:  Hari Ini Dwi Estiningsih Diperiksa Polda Metro soal 'Pahlawan Kafir'

Hal senada diungkapkan Syukri. Menurutnya hukuman yang dijatuhkan kepada pelaku pembunuhan selama ini masih tergolong ringan. Sehingga setelah keluar dari penjara, pelaku bukan tidak mungkin kembali melakukan hal serupa.

“Dengan memberlakukan hukum syariat akan terjamin nyawa-nyawa orang tidak akan melayang lagi. Kenapa? karena orang sudah takut akan membunuh. Ketika orang sudah takut membunuh maka nyawa orang lain akan selamat, nyawa dia juga akan selamat,” ujarnya seperti dikutip Detikcom.

Dalam dalihnya Syukri membandingkan Indonesia dengan Arab Saudi yang telah lebih dulu memberlakukan hukum pancung kepada pelaku pembunuhan.

Baca Juga:  Ikuti Saran Razman Keluarga Daeng Azis Tertipu Rp 50 Juta

“Kalau hukuman bagi pembunuh diterapkan sangat berat, maka orang akan menahan diri untuk membunuh,” imbuhnya lagi.

Baca juga: Sumanto Al Qurtuby: Saudi Menjadi Modern, Indonesia Menjadi “Primitif”

DW.COM