DKI Jakarta, Kesehatan

PNS Pria di DKI Dapat Cuti 1 Bulan Temani Istri Melahirkan

Melahirkan
Ilustrasi: growingyourbaby.com

Jurnalindonesia.co.id – Kebijakan cuti selama sebulan untuk pegawai negeri sipil (PNS) pria yang hendak menemani sang istri melahirkan sudah diberlakukan di wilayah DKI Jakarta.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Syamsudin Lologau mengatakan, kebijakan tersebut diterbitkan semenjak Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan resmi menjadi pemimpin di Ibu Kota.

“(Berlaku) sejak Pak Anies, Pak Gubernur kita,” kata Syamsudin, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (13/3/2018).

Baca Juga:  Soal Pohon Imitasi, Anies: Petugas Masang Tanpa Pemberitahuan dan Izin

Kebijakan tersebut, kata Syamsudin, sebagai bentuk kepedulian Pemprov DKI terhadap kaum wanita. Sebab, seorang perempuan tatkala akan melahirkan, mereka amat membutuhkan dukungan moril dari sang suami.

“Nah, kalau ada yang mendampingi suaminya maka beban ketakutannya itu berkurang. Dari suami harus mendampingi istri,” ujar Syamsudin.

Menurut Syamsudin, kebijakan itu diterapkan sebelum pemerintah pusat menerbitkan Perka BKN (Badan Kepegawaian Nasional) Nomor 24 Tahun 2017 poin IIE Nomor 3.

Baca Juga:  Mengagumkan, 2 Jenis Bakteri Ini Bisa Mengubah Racun Jadi Emas Murni

“Udah berlaku di kita (Pemprov DKI) itu. Udah duluan kita malah,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, untuk PNS laki-laki yang istrinya melahirkan atau operasi caesar, kini dapat mengajukan cuti alasan penting (CAP) selama maksimal 1 bulan. Hal tersebut diatur dalam Perka BKN (Badan Kepegawaian Nasional) Nomor 24 Tahun 2017 poin IIE Nomor 3.

Dalam Perka itu disebutkan, PNS laki-laki yang istrinya melahirkan atau operasi sesar dapat diberikan cuti karena alasan penting dengan melampirkan surat keterangan rawat inap dari Unit Pelayanan Kesehatan. Lamanya cuti, ditentukan oleh pejabat yang berwenang maksimal satu bulan.