Ekonomi dan Bisnis

Sindir Menteri Terkait Pelemahan Rupiah, Rizal Ramli: Ngomong Jago tapi Ngitungnya Payah

Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli.
Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli. (Foto: Antara/Widodo S Jusuf)

Jurnalindonesia.co.id – Eks Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli melontarkan sindiran terkait melemahnya nilai rupiah terhadap US Dollar.

Diketahui, Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings memperkirakan pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bakal mencapai level Rp 15.000 per dolar, seperti yang sempat terjadi di tahun 2015.

Dikutip dari Kontan.co.id, Selasa (13/3/2018), Senior Director Corporate Ratings S&P, Xavier Jean mengungkapkan, rupiah perlu diawasi jika mencapai level ini. Menurutnya, depresiasi bisa berlangsung cepat.

Jean mencontohkan pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi pada 2015 silam. Waktu itu, rupiah melemah dari Rp 12.000 ke Rp 15.000 hanya dalam hitungan bulan.

“Kami melihat, level ini akan menimbulkan tekanan finansial bagi banyak perusahaan,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (13/3/2018).

Jean menambahkan, level Rp 15.000 per dollar AS menjadi level psikologis bagi korporasi. Karena korporasi tidak bisa melanjutkan operasional dengan nilai tukar tinggi. Mereka pun akhirnya perlu proaktif dan merestrukturisasi utang dengan kreditur. Tapi, S&P belum melihat level tersebut saat ini.

“Masalah lebih besar terkait depresiasi adalah kecepatannya. Kepercayaan investor akan terpengaruh jika depresiasi terjadi terlalu cepat,” ucap Jean.

Akan ada perbedaan antara pelemahan ke Rp 15.000 per dollar dalam hitungan bulan atau hitungan tahun. “Jadi, level Rp 15.000 adalah level yang perlu diwaspadai, dan laju pelemahan ke Rp 15.000 itulah turbulensi sebenarnya,” lanjutnya.

Lantaran hal itulah, Rizal Ramli yang pernah dipercaya sebagai anggota tim panel penasihat ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melontarkan kritiknya.

Melalui akun Twiiter pribadinya, @RamliRizal, Selasa (13/3/2018), Rizal menyebut perhitungan pemerintah selalu meleset.

Bahkan dia menyebut salah seorang pejabat pemerintah yang hanya jago berbicara, tapi dalam perhitungan selalu gagal.

Rizal bahkan menyarankan agar pejabat tersebut selfie dan ngeband saja.

“Mbok Sing Printil,, kok meleset muluuu yaa 🙂🙏 ? Salah hitung budget, penerimaan, kurs, oil prices, deficit 😀😀. Ngomong sih jago, tapi kok ngitung-nya payah 🙂. Sono ngeband & selfie lagi gih 😀😀🙏” tulis Rizal.

Loading...