Daerah, Sulawesi

Kejam! Razia Hewan Ternak di Jalan, Satpol PP Seret Sapi Menggunakan Truk

Sapi diseret Satpol PP
Sapi diseret Satpol PP

Jurnalindonesia.co.id – Video petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bulukumba menyeret sapi milik warga menggunakan truk tersebar luas di media sosial. Hingga Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo pun turun tangan.

Melalui surat nomor 862-1/1517/Disnakeswan yang diterbitkan Selasa (13/3/2018), Syahrul memerintahkan agar Bupati Bulukumba memberi sanksi kepada petugas Satpol PP tersebut.

“Terkait dengan hal tersebut di atas kiranya Saudara (Bupati Bulukumba) melakukan teguran keras kepada yang bersangkutan dan tidak mengulangi lagi hal yang sama terhadap hewan/ternak lainnya karena karena hal ini sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare),” bunyi surat teguran tersebut.

Menurut Syahrul, tindakan petugas Satpol PP tersebut juga melanggar Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 Pasal 66-67 tentang kejahatan hewan yang telah diubah menjadi UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Baca Juga:  Lanjutan dari Kasus Ibu Ketua Pengadilan Agama yang Sekamar dengan Selingkuhannya di Hotel

Surat bersifat penting ini ditembuskan kepada Menteri Pertanian, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Ketua DPRD Bulukumba, Kepala Satpol PP Sulawesi Selatan, dan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bulukumba.

Peristiwa ini bermula ketika petugas Satpol PP merazia hewan ternak yang berkeliaran di jalan karena dianggap membahayakan pengendara, Rabu, 7 Maret 2018. Seekor sapi diamankan. Persoalannya, sapi itu lantas diikat dan ditarik dengan truk Satpol PP yang melaju. Beberapa petugas lainnya tampak mengawal dengan sepeda motor.

Sapi diseret Satpol PP

Sapi diseret Satpol PP

Sapi diseret Satpol PP

Sapi diseret Satpol PP

Dalam video yang beredar luas, sapi itu tampak berlari-lari mengikuti laju kendaraan. Namun karena kelelahan sapi pingsan dan tergeletak di jalan. Kejadian ini direkam warga dan diunggah di media sosial.

Baca Juga:  Seorang PNS Diringkus Densus 88, Dokumen dan Senpi Rakitan Disita

Akun Muhammad Irham yang pertama kali mengunggahnya di grup Facebook “Info Kejadian Bulukumba”. Irham menuliskan status, “Begini caranya Satpol PP kalau ada hewan yang ditangkapkah? Tidak ada sekali rasa kasihannya, biarpun itu hewan, malahan sampai berdarah-darah itu sapi diikat di mobil patroli baru ditarik. #SatpolPP #Bulukumba.”

Unggahan itu langsung membuah heboh. Sebagian besar netizen mengecam aksi petugas Satpol PP tersebut.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel Devo Khaddafi menjelaskan, sesungguhnya tidak ada yang salah dengan razia hewan ternak oleh Satpol PP Bulukuma. Razia dilakukan menegakkan peraturan daerah. Namun yang tidak tepat adalah cara memperlakukan hewan/ternak itu.

Baca Juga:  Tak Ada Pengusiran, PKL Tanah Abang Sebut Era Anies Lebih Nyaman

“Nah inilah yang kemudian menjadi sorotan masyarakat. Karena itu, Pak Gubernur memberikan perhatian dengan menerbitkan surat yang meminta Bupati Bulukumba agar menegur oknum Satpol PP itu,” kata Devo kepada iNews.id, Selasa (13/3/2018).

Menurut Devo, surat ini selain sebagai bentuk kepedulian gubernur terhadap cara-cara perlakuan hewan yang sesuai prinsip-prinsip animal welfare, juga dimaksudkan supaya menjadi pelajaran bagi pihak lain.

”Dengan harapan semoga kasus demikian tidak terulang,” katanya.

Lihat videonya berikut: