DKI Jakarta, Ekonomi dan Bisnis

Cara Sandi Berkelit dari ‘Kejaran’ Wartawan Soal Program Rumah DP Rp 0

Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno.
Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno.

Jurnalindonesia.co.id – Program rumah DP Rp0 yang menjadi andalan Gubernur/Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan – Sandiaga Uno, kini mengejar ke mana pun pemimpin DKI itu melangkah. Awak media yang menginginkan kejelasan seperti apa sebenarnya program tersebut, selalu mengajukan pertanyaan yang sama.

Sayangnya, setiap ditanya perihal program tersebut, Sandiaga selalu kurang lugas dalam menerangkan sehingga terkesan tak pernah tuntas.

Tidak heran jika awak media kembali menanyakan bentuk organ DP Rp0 itu saat mendapat kesempatan door stop di Balai Kota DKI, Rabu (7/3/2018) kemarin. Pertanyaan kritis pun disampaikan, apakah menggunakan APBD DKI atau jaminan dari perbankan.

Namun tak satu pun pertanyaan itu dijawab Sandiaga, yang membuat wartawan semakin penasaran dan bertubi-tubi. Sandiaga yang memiliki latar belakang pengusaha, selalu punya kiat untuk berkelit. Dia pun kemudian menjanjikan workshop khusus wartawan mengenai program tersebut.

Baca Juga:  'Beautifikasi' Mural Dianggap Seadanya, Pemprov DKI Akan Gandeng Seniman ITB

“Karena banyak yang nanya, saya mau lakukan workshop. Kita minta waktu dari teman-teman wartawan, kapan?” kata Sandi untuk melepaskan diri dari serbuan pertanyaan.

Wartawan yang sudah menunggu sekian lama tapi belum juga merasa DP Rp0 terang benderang terus saja mencecar Sandi. Akhirnya Sandiaga balik menekan dengan menyatakan pemahaman wartawan masih sepotong-sepotong soal DP Rp0.

Baca: Batal ‘Groundbreaking’, Anies Malah Sebut Proyek DP Rp 0 di Rorotan Bukan Program Pemprov DKI

“Tampaknya pemahaman wartawan sepotong-sepotong. Jadi saya akan berikan pemikiran awal, filosofi awal. Kalau teknisnya nanti Pak Agustino (Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI) yang menjelaskan,” ujarnya.

Pemikiran awal yang dimaksud Sandi ialah persiapan teknis mengenai rumah DP Rp0 sedang dikebut karena ditargetkan pada April 2018 sudah dibentuk badan layanan umum daerah yang menangani pemasaran dan bentuk cicilan.

Baca Juga:  Ahok Bongkar Permainan Petugas Makam di Jakarta

“Tinggal satu bulan lagi. Jadi kita akan kebut. Kita tidak mau memacu dan memicu spekulasi. Makanya kita akan lakukan workshop bagi teman-teman wartawan yang punya minat untuk mengetahui. Nanti workshop-nya di Jakarta Smart City,” jelasnya.

Akhirnya, untuk kesekian kali, seperti apa prosedur dan persyaratan kepemilikan rumah DP Rp0 masih tetap mengambang. Sandiaga pun berlalu dengan tenang.

Menurut Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman DKI Jakarta Agustino Darmawan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak memberikan subsidi uang muka dalam program DP Rp0. Besaran uang muka 1% yang diwajibkan sebagai batas minimal oleh Bank Indonesia diberikan Pemprov DKI kepada pembeli unit sebagai dana talangan.

Baca Juga:  Anies: Tahun Anjing tanah, Mudah-mudahan Air Bisa Menjadi Berkah

“(DP/down payment/uang muka) ditalangi pemprov,” kata Agustino.

Artinya, setiap pembeli unit bisa mendapatkan rumah tanpa harus membayar uang muka.

Uang muka dibayarkan terlebih dulu kepada pihak bank oleh Pemprov DKI menggunakan dana APBD DKI. Penggantian uang muka kemudian dimasukkan ke skema cicilan harga pokok rumah dan bunga sebesar 5% per tahun. Masa cicilan maksimum mencapai 20 tahun.

Baca juga: Dansa Bisa Perpanjang Umur, Sandiaga Ingin Adakan “Jakarta Dance Meet-Up”

MEDIA INDONESIA