Kriminal

Disebut Pekok dan Gelar Profesornya Diragukan, Mahfud MD Polisikan Akun Ini

Mahfud MD. (Foto: (Antara/M Agung Rajasa))

Jurnalindonesia.co.id – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD geram dengan pernyataan yang dituliskan salah satu akun di Twitter yang dianggap telah menghinanya.

Saking, marahnya, Mahfud bahkan akan melaporkan akun tersebut ke polisi.

Pantauan Jurnalindonesia.co.id, akun Twitter tersebut adalah @RestyCayah dengan nama ‘Negri Seterah’.

Awalnya akun @RestyCayah mengunggah cuitan yang menyebut Mahfud MD percaya pengakuan para tersangka MCA.

Tak hanya itu, akun itu juga menyatakan Mahfud MD tolol.

“Mahfud percaya aja pengakuan 14 org yg ditangkap ngapus berita…haha, jadi ingat ketololan dia sat kalah polling menuduh polling twitter bisa divote oleh satu akun sekali pencet 20x sampe ribuan kali. Loe beneran Prof kan pak @mohmahfudmd ?” tulis akun @RestyCayah.

Tak terima dengan postingan tersebut, Mahfud MD berniat melaporkannya pada hari Kamis (8/3/2018).

Menurutnya, postingan tersebut telah melanggar empat pasal dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Besok lusa saya laporkan kamu ke polisi. Ini melanggar 4 pasal dlm KUHP. Siap-siap Kamis. Kalau besok pagi saya masih ada rapat,” kata Mahfud MD.

Meski mendapat ancaman akan dipolisikan, nampaknya akun @RestyCayah tidak mempermasalahkannya. Bahkan dia menanggapinya ancaman laporan tersebut dengan menuliskan: “Ayo pak fut .. Sebelum loe lapor @DivHumas_Polri jelasin dulu ocehan loe soal polling twitter ini . loe beneran prof kan @mohmahfudmd.”

Sebelumnya, dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TVOne, Selasa (6/3/2018), Mahfud MD turut menanggapi pengakuan tersangka MCA.

Menurutnya, berdasarkan pengakuan tersangka, polisi harus bertindak tegas dalam masalah ini.

Mahfud juga mengatakan jika masyarakat tak perlu takut menyebut nama akun ‘The Family Muslim Cyber Army’, karena memang jelas akun yang bermasalah bernama itu.

Ia juga mengatakan jika para polisi sudah menangkap dan membeberkan identitas para tersangka. Sehingga polisi harus terus memproses kasus ini, lantaran menurutnya akun ini sangat jahat.

Baca juga: Admin Muslim Cyber Army Menyesal dan Minta Maaf

Loading...