Teknologi

Pengacara Rizieq Shihab Minta Pemerintah Tutup Sementara Medsos

Kapitra Ampera
Kapitra Ampera. (Foto: Nurmulia Rekso Purnomo/Tribunnews.com)

Jurnalindonesia.co.id – Kuasa hukum Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, meminta pemerintah untuk memberlakukan moratarium penggunaan semua media sosial. Hal itu, menurut Kapitra, bertujuan untuk membersihkan ‘sampah’ di media sosial yang sudah terlalu akut.

Menurut Kapitra, kondisi penggunaan media sosial di Indonesia sudah kronis. Hanya berisi ujaran kebencian, caci maki dan hasutan.

“Meminta Presiden untuk memberlakukan moratorium penggunaan media sosial. Menutup semua media sosial untuk sementara seperti Facebook, Instagram,” kata Kapitra dalam keterangannya, Senin (5/3/2018).

“Moratorium itu diperlukan agar ada clearance dulu terhadap fitnah, caci maki, karena saya melihat ini sudah kronis, memicu konflik horisontal sehingga mana yang benar dan tidak benar menjadi sumir,” ucap Kapitra.

“Gelombang di bawah ini sudah sangat mencekam, setiap pagi kita lihat HP seperti septic tank. Penuh dengan sampah, carut marut di dalamnya. Harus dibatasi juga komentar-komentar yang tidak produktif,” imbuh Kapitra.

Pasca moratorium itu, apabila disetujui pemerintah, kata Kapitra, bisa diatur mengenai penggunaan media sosial secara ketat.

“Lalu dibikin regulasi bermedia sosial yang tidak melanggar hukum. Sehingga betul-betul informasinya akurat,” ujar pria yang juga merupakan penasihat Persaudaraan Alumni 212 itu.

“Selama moratorium itu apabila masyarakat perlu informasi tentu saja bisa mendapatkan dari media massa, media maisntream. Kalau cuma isu ya harus ngecek sampai tiga narasumber,” imbuhnya.

Belum lama ini, Kapitra mengajak Rizieq Shihab untuk pulang ke tanah air. Padahal sebelum ini Kapitra selalu menyarankan kliennya itu untuk tetap berada di Arab Saudi dengan alasan tercipta suasana kondusif.

Loading...