Kriminal

Satu Lagi Pentolan MCA Dibekuk Polisi di Sumut

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap enam admin The Family Muslim Cyber Army (MCA).
Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap enam admin The Family Muslim Cyber Army (MCA). (Foto: iNews.id/ Annisa Ramadhani)

Jurnalindonesia.co.id – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri kembali menangkap satu admin dari sejumlah grup milik Muslim Cyber Army (MCA). Bobby Gustiono (BG), ditangkap dalam persembunyian di kediaman mertuanya di Kabupaten Serdang Begadai, Sumatera Utara, pada Minggu (4/3/2018).

BG diketahui sebagai anggota kelompok inti The Family Muslim Cyber Army. Ia juga menjadi admin dan pengurus dari tiga grup milik MCA di Facebook.

Melalui keterangan tertulis, Senin (5/3/2018), Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol, Fadil Imran menjelaskan, BG ditangkap saat akan menghilangkan barang bukti ketika mengetahui adanya petugas yang akan menangkapnya.

Pria berusia 35 tahun itu merupakan pemilik akun Facebook bernama Bobby Gustiono dan Bobby Siregar.

Dengan akun Facebook itulah BG kerap menyebarkan konten berisi ujaran kebencian, dan diskriminasi berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dan hoaks ke sejumlah grup Facebook yang dia ikuti.

Baca Juga:  MA Tolak Kasasi Alfian Tanjung di Kasus Pencemaran Nama Baik Jokowi

“Dia mengikuti lebih dari 50 group FB,” ujar Fadil.

Fadil mengatakan, BG memiliki keahlian di bidang teknologi informasi, sehingga bisa membuat akun palsu di Facebook untuk memviralkan konten-konten hoaks dan ujaran kebencian.

“BG juga membuat tutorial kepada anggota grupnya cara membuat akun FB palsu yang seolah-olah asli,” kata Fadil.

Menurut Fadil, BG mengajari cara membuat akun palsu secara meyakinkan, sehingga tidak terkena suspend. Selain itu, BG juga me-report akun-akun yang dianggap lawan MCA supaya dinonaktifkan oleh Facebook.

“Mampu menonaktifkan lebih dari 300 akun FB setiap bulannya,” ucap Fadil.

Dalam penangkapan tersebut polisi menyita barang bukti dua buah ponsel beserta SIM card. Dari perangkat yang disita, petugas menemukan sejumlah konten ujaran kebencian dalam berbagai bentuk untuk disebarkan di media sosial.

Baca Juga:  Gunakan Mikrofon Pesawat, Neno Warisman Bisa Diancam 1 Tahun Penjara

“Sampai saat ini penyidik masih terus mendalami motif tersangka melakukan kejahatan tersebut,” kata Fadil.

Saat ini Polri masih melakukan pemeriksaan mendalam terkait keterlibatan tersangka dalam jaringan hate speech lainnya. Ini termasuk pengembangan terhadap pelaku lainnya.

Baca juga: Pola Kerja ‘Muslim Cyber Army’ Mirip Kelompok Radikal di Timur Tengah

Atas perbuatannya, BG terancam Pasal 45A Ayat (2) Jo Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 16 Jo Pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 207 KUHP Penghinaan terhadap Penguasa atau Badan Umum.

Sebelumnya, polisi telah menangkap enam admin MCA, yakni Muhammad Luth (40) di Tanjung Priok, Rizki Surya Dharma (35) di Pangkal Pinang, Ramdani Saputra (39) di Bali, Yuspiadin (24) di Sumedang, Roni Sutrisno di Palu, dan Tara Arsih di Yogyakarta.

Baca Juga:  Sebar Hoaks Megawati Larang Azan, Guru SMA Minta Maaf di Depan Para Guru dan Murid

Konten-konten yang disebarkan pelaku meliputi isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI), penganiayaan dan penculikan ulama, serta pencemaran nama baik presiden, pemerintah, dan tokoh-tokoh tertentu.

Selain itu, pelaku juga menyebarkan konten berisi virus pada orang atau kelompok lawan yang berakibat dapat merusak perangkat elektronik bagi penerima.

Baca juga: Kivlan Zen: MCA Membela Umat Islam, Mengantisipasi Bahaya PKI