Nasional

Lahan Akan Digunakan Pemilik, Kuburan Massal Korban Tsunami Aceh Dibongkar, 60 Jenazah Dipindahkan

Pembongkaran kuburan massal korban tsunami yang berada di Desa Suleue, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, dibongkar.
Pembongkaran kuburan massal korban tsunami yang berada di Desa Suleue, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, dibongkar. (Foto: Kompas.com/Raja Umar)

Jurnalindonesia.co.id – Kuburan massal korban tsunami tahun 2004 yang berlokasi di Desa Suleue, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, dibongkar pada Sabtu (3/3/2018).

Tanah yang dijadikan lokasi kuburan massal tersebut sebagian sudah diwakafkan oleh pemiliknya untuk pembangunan Masjid Darul Hasani Miruk Taman.

Ada 60 jasad yang dikebumikan di lahan tersebut. Selanjutnya mereka akan dipindah ke tempat pemakaman umum.

Pembongkaran kuburan dilakukan oleh warga sejak 09.00 WIB dan baru selesai sore menjelang senja.

Kuburan massal itu terdiri dari satu lubang besar yang menampung puluhan mayat korban tsunami Aceh. Kuburan itu terletak tepat di bawah satu pohon besar.

Baca juga: PKS dan Gerindra Larang Keras Warga Aceh Rayakan Tahun Baru, Polisi Diminta Sita Terompet

Saat dibongkar, tampak puluhan jasad itu dibungkus dalam plastik terpal berwarna hitam. Dan kemudian, satu per satu diangkat yang kemudian dimasukkan ke dalam kain kafan yang sudah dipersiapkan warga.

Ketua Pelaksanan Pemindahan Jenazah Syamri Arafah mengatakan, jasad yang dikubur di lokasi itu adalah korban tsunami Aceh yang sama sekali belum terjamah oleh tim evakuasi pada waktu pasca kejadian. Pemindahan tersebut, kata Syamri, berdasarkan kebijakan dari warga setempat untuk memindahkan jenazah ke pemakaman umum yang ada di Desa Mireuk Taman, kecamatan setempat.

Alhamdulillah kuburan sisa tsunami yang masih berserakan ini kami pindahkan ke kuburan umum, yang sudah kongkrit penggunaannya untuk pemakaman. Dalam kuburan massal ini ada 60 orang jenazah,” ujar Syamri kepada wartawan.

Baca juga: Pramugari Wajib Hijab, Penerbangan AirAsia ke Aceh Dilayani Kru Pria

Saat melakukan pemindahan, warga juga mendapati perlbagai asesoris yang melekat pada tubuh jenazah, seperti perhiasan dan identitasi korban. Selembar kartu identitas bertuliskan nama Muhammad Dahlan, asal Kabupaten Aceh Utara, lengkap dengan surat izin mengendara. Sedangkan selembar indentitas lain milik perempuan yang tak nampak jelas lagi karena pudar. Selain itu, saat pembongkaran masyarakat juga mendapati jenazah yang masih untuh dan ada juga yang sudah menjadi tulang-belulang.

“Kondisi kerangkanya sebagian masih utuh, sebagian sudah tulang belulang. Tadi saat dievakuasi ditemukan identitas dua KTP merah putih dan SIM C beralamat di Aceh Utara,” kata Syamri.

Syamri yang juga merupakan Ketua Panitia Pembangunan Masjid Darul Hasani Miruk Taman itu menambahkan, kawasan desa tersebut merupakan lokasi tempat berhentinya air sewaktu tsunami. Sehingga saat air tsunami mulai surut, jasad berserakan di kawasan itu dan langsung dikebumikan di beberapa titik di desa itu.

“Jenazah ini paling banyak dari perantau yang datang dari luar Aceh Besar. Indentitas yang kita peroleh paling banyak orang yang baru menempati rumah di lokasi ini,” ujarnya.

Baca juga: Tegakkan Syariat Islam, Pemkab Aceh Besar Larang Waria Buka Usaha atau Bekerja di Salon Kecantikan

Loading...