Kriminal

Dosen Anggota MCA Sudah Sebarkan 150.000 Postingan Hoaks di Facebook

Tersangka penyebar berita bohong atau hoax yang tergabung MCA.
Tersangka penyebar berita bohong atau hoax yang tergabung MCA. (Foto: Liputan6.com/ Nafiysul Qodar)

Jurnalindonesia.co.id – TAW (40), salah satu pentolan grup ‘Muslim Cyber Army (MCA)’ yang tertangkap Bareskrim Polri pada Senin (26/2) lalu mengaku telah menyebarkan belasan ribu postingan di Facebook.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Umar Surya Fana pada Rabu (28/2/2018).

TAW yang merupakan dosen tidak tetap di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta itu mengaku sudah menyebarkan hoaks kasus pembunuhan di Majalengka yang dibuat seolah korban adalah muazin (juru azan).

“Tersangka TAW ini juga menyebarkan 150.000 postingan di Facebook tentang muazin dibunuh di Majalengka. Postingan itu juga diterima oleh masyarakat di Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Majalengka,” kata Kombes Umar.

Berdasarkan pengakuan TAW, kata Umar, pelaku hanya ikut-ikutan memposting berita hoaks tersebut yang didapatnya dari grup di aplikasi WhatsApp.

Baca Juga:  Tim Cyber Crime Polda Metro Jaya Tangkap Aktivis IMM Kasus UU ITE

“Pengakuannya hanya mendapatkan info dari grup WA lalu diposting di Facebook. TAW melakukan mirroring. sedangkan IP address-nya berada di Majalengka,” jelasnya.

Menurut Umar, pelaku ini bisa membagikan artikelnya dalam waktu satu jam di tiga kota sekaligus. Artikel TAW pun dapat dibaca oleh warga Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Majalengka.

“Ini yang masih didalami bahwa TAW bisa share artikel di tiga kota sekaligus dalam waktu satu jam,” katanya.

Direskrimsus Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana.

Direskrimsus Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana.(Foto: Kompas.com/Agie Permadi)

TAW ditangkap Tim Satreskrim Polres Majalengka dan Dit Reskrimum Polda Jabar di kawasan Jakarta Utara pada Senin (26/2) malam. TAW langsung digiring ke Polres Majalengka.

Baca Juga:  Dari Bilik Rutan Ratna Sarumpaet Tulis Surat, Ini Isinya

Kasus bermula saat adanya informasi di medsos Facebook yang ditulis akun Tara Dev Sams pada Sabtu (17/2) lalu. Ia menulis berita yang isinya soal muazin dianiaya orang diduga gila.

TAW menulis di postingan Facebook-nya:

“SIAPA KEMAREN YANG KEPANASAN SUARA ADZAN ?? dan seorang Muadzin jadi korban (yang katanya) orang gila. Innalillahi wa innailahi Rojiun, nama beliau bpk Bahron seorang muadzin di desa sindang kec. Cikijing. Majalengka Jawa Barat. Modus perampokan disertai pembunuhan…Mungkin kah orang gila lagi pelakunya?

KEBENARAN AKAN MENEMUKAN JALANNYA DAN ITULAH KEPEDIHAN BAGI PARA PENCIPTA & PEMAIN SANDIWARA INI.. ALLAH MAHA MEMBALAS…aamiin,” tulis TAW berdasarkan data Polres Majalengka.

Baca Juga:  Kasus Pembunuhan Dufi, Ekonomi Jadi Motif Utama

Dari hasil penyidikan, polisi memastikan tidak ada korban muazin dan pelaku orang gila. Namun unggahan TAW di Facebook telah membuat resah warga Majalengka.

Polisi kemudian memburu pengunggah berita tersebut. Hingga akhirnya, polisi menemukan identitas dan menangkap TAW.

“Warga menjadi resah dan takut sehingga menimbulkan kegaduhan dan rasa kebencian seseorang atau salah satu pihak. Dari pengakuannya, dia merupakan dosen di UII (Universitas Islam Indonesia),” kata Umar.