Kriminal

Divonis 1,5 Tahun Penjara dan Denda Rp50 Juta, Jonru Teriakkan Takbir

jonru
Terdakwa kasus dugaan ujaran kebencian Jon Riah Ukur (Jonru Ginting) mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (22/1/2018). (Foto: Antara Foto/Dhemas Reviyanto)

Jurnalindonesia.co.id – Majelis hakim yang diketuai Antonius Simbolon menyatakan bahwa Jon Riah Ukur Ginting atau Jonru terbukti bersalah menyebarkan ujaran kebencian lewat media sosial Facebook. Jonru divonis 1,5 tahun penjara dan denda Rp 50 juta.

“Menyatakan terdakwa Jon Riah Ukur alias Jonru Ginting terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan perbuatan dengan sengaja menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu sebagai perbuatan berlanjut,” demikian amar putusan yang dibacakan hakim Antonius di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jl. DR. Sumarno, Cakung, Jaktim, Jumat (2/3/2018).

Ada empat postingan Jonru di fanpage Facebook miliknya yang dipersoalkan. Postingan pertama pada 23 Juni 2017 lalu mengenai Quraish Shihab yang akan menjadi khatib saat Ied di Masjid Istiqlal; kedua postingan soal Syiah bukan bagian dari Islam pada 15 Agustus 2017. Ketiga, postingan soal Indonesia belum merdeka dari jajahan mafia China pada Kamis 17 Agustus 2017.

Sedangkan postingan keempat pada 18 Agustus 2017 mengenai antek-antek penjajah. Dalam postingan tersebut Jonru menyebut penjajah nonmuslim dan yang melawan penjajah adalah mayoritas muslim.

“Menimbang bahwa postingan tersebut berpotensi menimbulkan adanya kebencian dan permusuhan khususnya antara muslim dan nonmuslim. Postingan tersebut membenturkan kelompok muslim dan nonmuslim,” ujar hakim anggota.

Selain itu, postingan Jonru yang juga dipersoalkan adalah mengenai NU yang disebut-sebut menerima uang Rp1,5 triliun.

Dan postingan Jonru lainnya adalah tentang Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dianggapnya tak jelas asal usulnya.

“Terdakwa memposting tulisan NU telah menerima uang Rp 1,5 triliun yang dikaitkan dengan pembubaran HTI serta memposting tulisan yang pada pokoknya menyatakan Jokowi adalah capres yang tidak jelas asal muasalnya,” kata hakim anggota membacakan unsur-unsur dalam putusan.

Usai sidang, Jonru memekikkan takbir.

“Allahuakbar, allahuakbar,” teriak Jonru saat keluar ruang sidang PN Jakarta Timur.

Pekik takbir itu pun kemudian disambut ratusan massa pendukung Jonru yang hadir di persidangan.

Jonru juga menyempatkan diri menjawab sejumlah pertanyaan awak media.

Kepada wartawan, Jonru mengaku belum ada rencana untuk mengajukan banding atas vonis tersebut. Jonru mengatakan masih mempertimbangkannya.

“Saya masih pikir-pikir dulu untuk mengajukan banding,” kata dia.

Majelis hakim memerintahkan agar Jonru segera ditahan.

Baca: GP Ansor Tolak Kedatangan Jonru, Pelatihan “Masjid Cyber Army” di Sragen Dibatalkan

Loading...