Ekonomi dan Bisnis, Politik

BBM Pertamax Naik Tanpa Pemberitahuan Media, PKS Kecam Pertamina

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini
Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini (Foto: istimewa)

Jurnalindonesia.co.id – Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengkritik Pertamina yang menaikkan harga Jenis Bahan Bakar Umum (JBU) tanpa pemberitahuan lebih dulu melalui media.

Meskipun Pertamina sudah merilis pemberitahuan soal itu lewat website resmi Pertamina, namun bagi Jazuli itu tidak cukup. Hal ini, menurut dia, untuk menjamin hak konsumen agar Pertamina tidak terkesan semena-mena dalam menaikkan harga.

“Meski dalam Perpres 191/2014 kenaikan bahan bakar non subsidi atau JBU sesuai harga pasar, tetap saja Pertamina harus menginformasikan secara luas kepada masyarakat karena itu menyangkut hak konsumen sehingga ada transparansi apa dasarnya,” ujar Jazuli, Minggu (25/2/2018)

Jazuli berpendapat, setiap kenaikan harga BBM pastilah akan memberatkan masyarakat dan bisa berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat dan potensi inflasi yang tinggi. Oleh sebab itu, dia mengatakan, jangan sampai ada kebijakan Pertamina yang semena-mena atau diam-diam menaikkan harga.

Pertamina mesti memberi penjelasan dan pemahaman yang transparan kepada konsumen.

Selain itu, pemerintah juga diminta cermat dan waspada dalam mengantisipasi kenaikan BBM sebagai dampak kenaikan harga minyak dunia saat ini. Jangan sampai kenaikan memukul kondisi masyarakat terutama masyarakat miskin.

“Apa antisipasi Pemerintah, itu yang akan kita tuntut di DPR. Jangan pula hal ini dianggap remeh dan sederhana. Apalagi ternyata ini adalah kenaikan ketiga kalinya selama 2018 untuk jenis pertamax, pertamax turbo, dan pertamina dex. Wajar saja jika masyarakat konsumen kaget dan protes. Makanya saya usul setiap kenaikan umumkan melalui media publik agar jelas dan transparan. Jangan setelah ramai baru dijelaskan melalui media,” ujar Jazuli.

Diketahui, Pertamina secara resmi menaikkan harga sejumlah bahan bakar non subsidi naik pada Sabtu (24/2/2018).

Untuk harga BBM umum jenis Pertamax di wilayah Sumut, Bengkulu, Jakarta, Jabar, Banten, Jateng, Yogyakarta, Jatim, Bali, Kalteng, Kaltim, Kalsel, dan Kaltara ditetapkan mengalami kenaikan Rp 300 per liter dari harga sebelumya Rp 8.600 per liter menjadi Rp 8.900 per liter.

Demikian pula, harga Pertamax di Aceh, Sumbar, Riau, Jambi, Sumsel, Babel, Lampung, dan NTB mengalami kenaikan Rp300 per liter menjadi Rp9.000 per liter dibandingkan sebelumnya Rp8.700 per liter.

sedangkan harga BBM untuk jenis PertamaxTurbo di wilayah Jakarta, Banten, dan Jabar ditetapkan Rp10.100 per liter; di Jateng, DIY, Jatim, dan Bali menjadi Rp10.150 per liter; dan di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Batam, Jambi, Sumsel, Lampung, dan NTB ditetapkan Rp10.200 per liter.

Selanjutnya, harga BBM umum jenis Dexlite di Aceh, Sumut, Sumbar, Bengkulu, Jakarta, Banten, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Bali, NTB, dan NTT ditetapkan Rp8.100 per liter; di Jambi, Sumsel, Babel, Lampung, Kalimantan dan Sulawesi menjadi Rp8.250 per liter; di Riau, Kepri, dan Batam Rp8.400 per liter; dan di Maluku dan Papua ditetapkan Rp8.550 per liter.

Sedangkan harga Pertamina Dex di wilayah Sumut, Jakarta, Banten, dan Jabar ditetapkan Rp10.000 per liter dan di Jateng, DIY, Jatim, Kepri, Sumsel, dan Lampung ditetapkan Rp10.100 per liter.

Sementara untuk harga Pertalite tidak ada kenaikan. Ini dikarenakan Pertamina sudah lebih dulu menaikan haga Pertalite di awal Februari lalu.

Berdasarkan data BPH Migas, pada awal Februari ini, harga Pertalite yang sebelumnya sebesar Rp 7.500 per liter naik sebesar Rp 100 liter menjadi Rp 7.600 liter pada 1 Februari 2018.

VP Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito menjelaskan, kenaikan harga BBM jenis Pertamax ini karena imbas naiknya harga minyak dunia. “Karena harga crude-nya,” kata Adiatma seperti dilansir Kontan.co.id, Minggu (25/2).

Pihak Pertamina pun membantah melakukan kenaikan tersebut secara diam-diam. Adiatma mengatakan, pengumuman resmi sudah dirilis melalui di website Pertamina.

“Ada di website Pertamina sejak Sabtu,” kata dia.