Kriminal, Politik

Indonesia Dibanjiri Narkoba, Fahri: Mana Presiden Kita?

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah

Jurnalindonesia.co.id – Penangkapan kapal pembawa narkoba dalam jumlah besar dalam beberapa minggu ini membuat Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah geram sekaligus prihatin.

Menurut Fahri, kondisi darurat narkoba semacam ini tidak berbeda dengan negara yang tengah menghadapi perang. Dia pun menanyakan peran presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam hal ini.

“Kita kehilangan panglima, kita tidak punya pemimpin, presiden kita tidak tahu bahwa ini ada perang. Invansi kepada Indonesia melalui semua jalur telah terjadi,” kata Fahri lewat pesan singkatnya, Minggu (25/2)

Fahri mendesak agar presiden Jokowi segera mengambil langkah tegas untuk melawan mereka yang sedang berupaya mengirim barang-barang haram tersebut ke Indonesia dengan tujuan merusak generasi muda bangsa ini.

Baca Juga:  Inilah Solusi Macet yang Ditawarkan 3 Pasang Cagub/Cawagub DKI, Mana yang Lebih Baik?

“Nah, dalam suasana perang seperti ini, mana presidennya, dan apa komandonya? Kita tidak meminta presiden kita bertindak seperti Duterte membunuh orang. Karena itu juga tidak boleh melanggar hukum dan HAM, ditentang oleh konstitusi kita,” kata Fahri.

Baca juga: Buwas Mengaku Enggan Bertemu Anies Bahas Narkoba Jika Tak ada Tindak Lanjut

Menurut Fahri bangsa ini harus punya arah sehingga setiap warganegaranya tahu langkah yang harus diambil dalam menjaga agar bangsa ini tidak menjadi bagian dari gurita bisnis narkoba dunia yang saat ini menurut Fahri telah menjadikan Indonesia sebagai pasar yang paling dominan.

Baca Juga:  Masalah Kesejahteraan Jadi Alasan Prabowo Maju di Pilpres 2019

“Bahkan yang menyedihkan dan mengerikan, lama-lama melihat jumlah konsumen narkoba di Indonesia ini dan jumlah transaksi ekonominya mengkhawatirkan, sampai-sampai nanti uang haram ini mulai masuk ke darah negara, darah pejabat, darah pemerintah,” ungkapnya.

Selain itu Fahri menyebutkan peredaran narkoba di Indonesia bisa menjadi salah satu penghambat upaya mencerdaskan generasi penerus bangsa sebaimana yang diamanatkan Undang-undang dasar 1945.

“Dengan besarnya jumlah konsumen barkoba, maka upaya kita mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, ikut serta dalam perdamaian dunia yang berdasarkan pada perdamaian abadi yang berkeadilan sosial, semuanya menjadi hancur lebur karena narkoba semakin mengerikan,” pungkasnya.

Baca Juga:  Ahok: Aku Nggak Mau Pusing Maju Independen atau Parpol, yang Penting Kerja

Baca: Bocoran Intelijen Cina: Ada 600 Ton Narkoba yang Hendak Diselundupkan ke RI