Kriminal

FPI: Kalau Negara Darurat, Habib Rizieq Bisa Saja Jadi Presiden

Rizieq shihab dan fadli zon
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon bersantap malam dengan Rizieq Syihab di sela-sela kunjungan ke Mekah meninjau persiapan haji Indonesia, Jakarta, Selasa (22/8/2017). (Foto Dok. Twitter @fadlizon)

Jurnalindonesia.co.id – Sekretaris Jenderal DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta Novel Bamukmin mengatakan atas izin Allah bisa saja pimpinan FPI Rizieq Shihab dapat menjadi Presiden RI.

“Kalau negara darurat dan mayoritas rakyat Indonesia meminta Habib Rizieq, bisa saja itu terjadi,” kata Novel kepada Tempo pada Jumat, 23 Februari 2018.

Novel mengatakan dengan catatan penunjukkan Rizieq sebagai presiden tanpa menggunakan pemilihan umum. “Tetapi berdasarkan musyawarah mufakat, bukan demokrasi,” ujarnya.

Baca Juga:  Kapolda Metro: Kasus Rizieq-Firza Mirip Kasus Luna Maya-Ariel

Baca: Gara-gara Minta Rizieq Tiru Ahok, Pendiri Presidium 212 Didepak dari Kepengurusan

Rizieq Shihab dan pendakwah Abdul Somad atau Ustad Somad masuk bursa nama tokoh yang dianggap layak maju sebagai calon presiden dalam Survei Pemilu Presiden yang dilakukan Lembaga Media Survei Nasional (Median). Hasilnya elektabilitas Rizieq Shihab yakni 0,3 persen dan elektabilitas Abdul Somad 0,3 persen.

Direktur Median Rico Marbun mengatakan, nama Rizieq Shihab dan Abdul Somad muncul dari responden ketika mereka diberi wewenang mengajukan nama capres yang diinginkan. Kedua nama itu muncul di luar 33 nama yang diajukan kepada responden.

Baca Juga:  Begini Pengakuan Mengejutkan dari Para 'Mahaguru' Dimas Kanjeng

Survei digelar pada tanggal 1 sampai 9 Februari 2018 dengan mengambil 1.000 responden dengan tingkat batas kesalahan sebesar kurang lebih 3,1 persen. Survei itu diklaim mencapai tingkat kepercayaan 95 persen. Adapun sampel dipilih secara acak dengan teknik multistage random sampling.

Baca: Kapan Rizieq Pulang? Pendiri Presidium Alumni 212: Tanya ke Anies, Dia yang Paling Sering Berkomunikasi

Baca Juga:  Balas Sentilan Buwas, Ahok: Saya Tantang BNN, Kamu Tangkap, Buktikan Ada Barang, Kami Tutup Tempat Hiburan Malam

TEMPO