Kriminal

Sebar Hoaks PKI, Seorang PNS Guru SMA di Banten Ditangkap

Guru SMA Yayi Haidar Aqua
Guru SMA Yayi Haidar Aqua ditangkap terkait kasus SARA (Foto: istimewa)

Jurnalindonesia.co.id – Seorang guru SMA bernama Yayi Haidar Aqua, pemilik akun Facebook Ragil Prayoga Hartajo ditangkap Satgas Siber Patrol Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Yayi diduga menyebarkan kabar bohong soal adanya pasukan PKI yang mau melakukan pembantaian terhadap ulama.

“Selasa, 20 Februari 2018, sekitar jam 01.00 WIB telah melakukan penangkapan terhadap pelaku penyebaran hoaks dengan nama Facebook Ragil Prayoga Hartajo,” kata Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Irwan Anwar, Rabu (21/2/2018).

Baca Juga:  Hina Presiden Jokowi di Medsos, Warga Lombok Berinisial KJ Ditangkap

Yayi ditangkap di kediamannya di Rangkas Bitung, Lebak, Banten, Selasa (20/2) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, tanpa perlawanan.

Yayi yang merupakan pegawai negeri sipil (PNS) ini ditangkap atas dugaan menyebar luaskan berita bohong yang dia beri judul: ’15 juta anggota PKI dipersenjatai untuk Bantai Ulama’.

Hoaks yang disebarkan Yayi Haidar Aqua menggunakan akun Facebook bernama Ragil Prayoga Hartajo.

Hoaks yang disebarkan Yayi Haidar Aqua menggunakan akun Facebook bernama Ragil Prayoga Hartajo.

Dia menyebarkan isu tersebut lewat akun Facebook ‘Ragil Prayoga Hartajo’.

Baca Juga:  Komnas HAM Minta Penanganan Terorisme Tak Melibatkan TNI

“Motif pelaku menyebarkan konten hoaks dengan alasan ingin mengingatkan murid SMA 1 Sajira, Banten, agar hati-hati bahaya laten komunis akan muncul,” kata Irwan.

Dalam penangkapan, polisi menyita sejumlah barang bukti antara lain dua unit ponsel, empat simcard dan akun Facebook tersangka.

RPH kini ditahan polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia dijerat Pasal 16 Jo pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau pasal 45A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik tentang SARA dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun.

Baca Juga:  Duduk di Kursi Terdakwa, Ratna Sarumpaet Acungkan Salam 2 Jari

Baca juga: Tommy Soeharto Gugat ‘BaBe’ Rp100 M atas Tuduhan Berita Palsu