Kriminal

Polisi: Tidak Ada Nama Rizieq Shihab di Semua Maskapai dari Arab

Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto dan Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Ma'arif menyambut tahun baru 2018.
Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto dan Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Ma'arif menyambut tahun baru 2018. (Foto: YouTube)

Jurnalindonesia.co.id – Polisi memastikan pimpinan ormas Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab batal pulang ke Indonesia pagi ini.

Hal itu diketahui setelah polisi mengecek nama Rizieq dalam manifes penumpang pesawat dari Arab Saudi yang menuju ke Indonesia pagi ini.

“Dari Angkasa Pura sudah menyampaikan, terkait dengan manifes dari semua maskapai Saudi Arabia itu tidak, baik Habib maupun keluarganya tadi sudah disampaikan nihil, baik Garuda, baik Saudi Airlines,” ujar Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Ahmad Yusep Gunawan kepada detikcom, Rabu (21/2/2018) dini hari.

Meski demikian, Yusep menambahkan, personel gabungan dari Polda Metro Jaya dan TNI tetap bersiaga di sekitar Bandara.

“Situasi aman, situasi objek vital, dalam hal ini Bandara Soekarno-Hatta. Hampir semua keterlibatan TNI, Pak Dandim, kemudian kepolisian, Polda. Semua menjaga pelayanan Bandara Soetta, agar tetap terjaga,” ucapnya.

Namun pernyataan polisi soal tidak adanya nama Rizieq dalam manifes penumpang pesawat dibantah oleh Sekjen DPD FPI DKI Jakarta Novel Bamukmin.

“Polisi sepertinya kurang tepat karena manifes penerbangan baru clear saat pesawat take off. Ini check in saja belum kok ada manifes,” kata Novel, Rabu (21/2/2018) dini hari.

Novel menambahkan, sebagian massa tablig akbar penyambutan Habib Rizieq sudah bergerak ke Bandara Soekarno-Hatta. Sedangkan sebagian lainnya bertahan di Masjid Baitul Amal, Cengkareng.

“Sebagian langsung ke Bandara dan Ketua PA 212 sudah koordinasi dengan kepolisian untuk mengawal mereka yang sudah hadir,” katanya.

“Jemaah masih bertahan di sini. Ke Bandara sudah sebagian dan sebagian lagi habis subuh dengan kendaraan bus dan mobil pribadi yang mereka bawa sendiri-sendiri,” lanjutnya.

Sementara itu Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif menduga, Rizieq Shihab sudah dalam perjalanan menuju Indonesia karena ponselnya sudah tidak bisa dihubungi.

Slamet mengatakan, Rizieq sudah tidak bisa dihubungi sejak Selasa (20/2) pukul 23.00 WIB.

“Handphone beliau sudah tidak aktif, dan sesuai dengan keyakinan kita, kemungkinan besar beliau ada di pesawat. Sudah di penerbangan,” kata Slamet.

Baca juga: Gara-gara Minta Rizieq Tiru Ahok, Pendiri Presidium 212 Didepak dari Kepengurusan

Slamet mengatakan, komunikasi terakhirnya dengan Rizieq terjadi pukul 22.00 WIB. Slamet berusaha menghubungi Rizieq setengah jam kemudian, tetapi sudah tidak tersambung.

Untuk memastikan keberangkatan Rizieq, Slamet akan berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta. Ia akan memeriksa daftar nama penumpang ke maskapai yang dipakai Rizieq, Saudi Airlines.

Sebelumnya, Presidium Alumni 212 justru menyatakan sebaliknya. Presidium Alumni 212 Rizieq tidak akan pulang Rabu ini.

Keyakinan tersebut didasari oleh tidak adanya kabar mengenai kepulangan Rizieq hingga saat ini.

Meski demikian, jika ternyata Rizieq jadi pulang, Presidium 212 tentu akan menyambutnya dengan gembira.

“Sekiranya benar beliau pulang, tentu kita turut menyambutnya dengan suasana sukacita. Yang menjadi syak wasangka kita semua di Presidium, berita terkait kepulangan dari HRS sampai detik ini belum ada penyataan langsung terkait kepulangannya dari beliau langsung. Itu persoalan tersendiri,” kata juru bicara Presidium Alumni 212, Aminuddin, dalam keterangannya, Selasa (20/2).

“Kami (Presidium Alumni 212) berkeyakinan HRS tidak pulang, karena tidak ada kepastian dari beliau sampai hari ini,” sambungnya.

Baca juga: Eggi Sudjana Tak Lagi Menjadi Ketua Panitia Penyambutan Rizieq Shihab

Loading...