curi kambing dibakar massa
Tempat kejadian perkara kasus terduga pelaku pencur kambing dibakar massa di Desa Tangga Baru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Selasa (20/2/2018). (Foto: Kompas/Syarifudin)

Jurnalindonesia.co.id – Seorang pemuda bernama Julkifli asal Desa Tangga Baru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi korban main hakim sendiri.

Pria berusia 20 tahun itu tewas dibakar massa setelah kepergok mencuri kambing.

Peristiwa pembakaran tersebut terjadi di lapangan sepak bola, Desa Tangga Baru, pada Selasa (20/2018) sekitar pukul 13.00 Wita.

Julkifli tewas dengan kondisi tubuh hangus terbakar.

Camat Monta, Muhktar SH membenarkan kejadian tersebut.

“Ya, benar. Korban tewas bernama Julkifli. Cerita dari warga, korban ditangkap dan dibunuh karena diduga mencuri kambing,” tutur Mukhtar.

Berdasarkan laporan yang Mukhtar terima, Julkifli bersama satu pelaku lainnya kepergok ketika hendak mencuri kambing milik warga di kawasan Dusun Tanjung Baru, Desa Tangga Baru, Kecamatan Monta.

Warga yang mengetahui aksi pencurian langsung meneriakinya maling.

Mendengar teriakan tersebut, warga beramai-ramai mengejar pelaku. Nahas, Julkifli berhasil ditangkap warga saat berusaha kabur menggunakan sepeda motor. Sedangkan satu pelaku lain yang belakangan diketahui identitasnya berinisial MH (21), lolos dari kejaran warga.

“Setelah ditangkap, korban dibawa ke lapangan sepak bola. Massa kemudian membakarnya. Akibat kejadian itu, korban meninggal di TKP dengan kondisi tubuh terbakar,” kata Mukhtar.

Tak hanya itu, kendaraan yang digunakan pelaku pun hangus dibakar.

Tak lama setelah kejadian, polisi tiba di lokasi untuk mengamankan TKP.

Korban langsung divisum tim medis di rumah keluarganya. Pihak keluarga sepakat, Julkifli akan dimakamkan malam itu juga.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Bima, AKP Kaharudin Thalib, pun membenarkan peristiwa tersebut.

“Benar, pak. Kami masih menunggu kronologi kejadiannya. Nanti kalau sudah ada perkembangan lebih lanjut, saya informasikan pak,” ucap Kaharudin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *