Sepakbola, Sport

Terkait Insiden di Piala Presiden 2018, Maruarar: Seratus Persen Salah Saya

Maruarar Sirait
Foto Ketua SC Piala Presiden 2018 Maruarar Sirait (kaus merah) bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (15/2). (Foto: JPNN)

Jurnalindonesia.co.id – Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait, mengaku bersalah dan bertanggung jawab atas peristiwa dicegahnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mendampingi Presiden Joko Widodo ke podium penyerahan piala.

“Saya harus sampaikan, tidak ada orang yang paling bertanggung jawab. Saya paling bertanggung jawab,” ujar pria yang akrab disapa Ara itu dalam konferensi pers di Stadion GBK, Jakarta, Senin (19/2/2018).

Ara mengaku menjadi pihak utama yang membuat daftar nama yang mendampingi Presiden Jokowi menyerahkan trofi kepada Persija selaku pemenang kompetisi Piala Presiden 2018.

Ara pun mengakui, mestiya Anies ikut naik ke podium untuk menerima ucapan selamat atas kemenangan Persija.

“Harusnya Pak Anies bersama-sama menerima (ucapan selamat). Saya tidak mengerti protokoler, nama-nama dari saya,” tegas Ara.

“Jangan salahkan Paspampres karena dia bekerja berdasarkan siapa disebut nama-namanya. Seratus persen salah saya,” imbuhnya.

Baca: Wasekjen Gerindra: Nama Anies Dicoret Panitia Piala Presiden di ‘Last Minute’

Selain itu Ara juga siap bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi di sejumlah area di Stadion Utama Gelora Bung Karno, tempat laga final Piala Presiden 2018 berlangsung pad Sabtu, 17 Februari 2018, kemarin.

Diketahui, stadion yang rencananya akan digunakan untuk pembukaan dan penutupan Asian Games 2018 itu mengalami cukup serius di beberapa bagian, mulai dari pagar pembatas di dalam stadion, pintu pagar stadion, hingga taman di lingkungan SUGBK.

“Apa pun kerusakan, nanti rinciannya tolong disampaikan. Ada depositonya juga Rp1,5 miliar, sudah ada di rekening GBK. Kalaupun ada kekurangan dari situ, kami siap,” ujar Ara.

Baca: Stadion Bertaraf Internasional Tapi Kelakuan ‘Kampungan’, Buat Apa?

Dalam konferensi pers yang juga dihadiri Direktur Utama Pengelola Kompleks GBK, Winarto, itu Maurarar juga menyampaikan bahwa panitia Piala Presiden 2018 sudah bekerja maksimal. Namun, pihaknya tidak menyangka jika akan terjadi kerusakan seperti itu.

Maruarar juga mengatakan sempat meninjau kondisi di luar stadion bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Jaswandi dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Aziz sebelum laga final Piala Presiden 2018 antara Persija Jakarta vs Bali United dimulai.

Maruarar mengatakan dalam laga final Piala Presiden 2018 pihaknya menerjunkan hampir 10 ribu personel keamanan yang terdiri dari TNI dan Polri. Dia menilai, jumlah itu cukup sekalipun total penonton yang datang ke SUGBK baik di dalam maupun di luar stadion mencapai 100 ribu orang.

“Saya pikir satu orang [petugas keamanan] banding 10 orang [penonton] masih cukup baik. Kalau masih ada kerusakan, ya kami tidak bisa salahkan siapa-siapa. Panitia 100 persen tanggung jawab, apa pun kerusakannya kami bayar, tanpa menawar,” tegas dia.

“Jadi, saya tidak akan lari dari tanggung jawab. Karena menurut saya olahraga itu unsurnya sportivitas,” lanjutnya.

Loading...