Kriminal

Bos First Travel Masuki Ruang Sidang, Pengunjung: Awas Penghuni Neraka Lewat

Direktur Utama First Travel Andika Surachman, saat akan memasuki ruang sidang PN. Depok, Jabar, Senin (19/2).
Direktur Utama First Travel Andika Surachman, saat akan memasuki ruang sidang PN. Depok, Jabar, Senin (19/2) (Foto: Desyinta Nuraini/ JawaPos.com)

Jurnalindonesia.co.id – Tiga petinggi biro perjalanan umrah First Travel menjalani sidang perdananya di Pengadilan Depok, Jawa Barat, Senin (19/2/2018).

Direktur Utama First Travel Andika Surachman, Direktur First Travel Anniesa Hasibuan, dan Direktur Keuangan First Travel Siti Nuraidah (Kiki) Hasibuan kelihatan santai saat berjalan memasuki ruang sidang.

Dengan pengawalan ketat petugas PN Depok, mereka terus berjalan tanpa mempedulikan pertanyaan wartawan. Hanya sesekali mereka melemparkan senyuman ke arah awak media.

Sementara itu, sejak keluar dari sel tahanan sementara di PN Depok, para korban yang sudah datang sejak pukul 08.00 WIB untuk menyaksikan jalannya persidangan, menumpahkan kekesalannya dengan meneriakan “wooo!” kepada Andika dan keluarganya itu.

“Awas, penghuni neraka jahanam mau lewat,” kata salah seorang korban dengan geram.

Ada juga yang melontarkan sindiran ke Kiki dan Anniesa. “Kiki yang sabar ya. Anniesa nggak malu pakai kerudung tapi begitu,” ucap salah seorang korban.

Ada lagi yang meneriakkan “penipu!”, dan ada juga yang menyerukan “rampok!”.

Selain itu, ada sebagian korban yang membawa spanduk panjang dengan berbagai tulisan seperti “Kembalikan hak-hak jamaah”, dan “Tunjkkan itikad baik memberangkatkan jamaah #jamaahdhuafaFT”. Serta spanduk bertuliskan “Hakim dan jaksa awas uang panas duit umrah jamaah”.

Ada juga yang membawa tulisan berukuran besar yang ditulis tangan dengan spidol merah dan biru. Isinya mengingatkan hakim dan jaksa agar menjunjung tinggi objektifitas dalam proses hukum.

sidang first travel

Sejumlah korban agen travel umrah PT First Travel membawa spanduk saat menghadiri sidang perdana kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang calon jamaah di Pengadilan Negeri Depok, Senin (19/2/2018). (Foto: Kompas.com/Ambaranie Nadia)

sidang first travel

Sejumlah korban agen travel umrah PT First Travel membawa spanduk saat menghadiri sidang perdana kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang calon jamaah di Pengadilan Negeri Depok, Senin (19/2/2018). (Foto: Kompas.com/Ambaranie Nadia)

Sidang first travel

Sejumlah korban agen travel umrah PT First Travel membawa spanduk saat menghadiri sidang perdana kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang calon jamaah di Pengadilan Negeri Depok, Senin (19/2/2018). (Foto: Kompas.com/Ambaranie Nadia)

Situasi saat Andika dan keluarganya masuk ke ruang sidang sempat sulit dikendalikan. Melalui pengeras suara, panitera sidang meminta pengunjung untuk tenang agar sidang bisa segera dimulai.

“Saya minta perhatian sebentar, tolong perhatikan. Dengarkan dulu,” kata panitera tersebut.

Namun, ucapannya seolah tak didengarkan.

Akhirnya, beberapa petugas menghampiri pengunjung sidang dan mencoba menenangkan.

Petugas mengatakan, sidang tidak bisa dimulai jika pengunjung sidang masih bersuara. Akhirnya, satu per satu pengunjung tenang dan sidang dimulai pukul 10.15 WIB.

Biro perjalanan First Travel diduga telah melakukan tindak pidana penipuan hingga memakan korban puluhan ribu orang.

First Travel diduga menipu calon jemaah dengan menawarkan perjalanan umrah dengan paket murah.

Namun, hingga batas waktu yang telah disepakati, calon jemaah tak kunjung menerima jadwal keberangkatan.

Bahkan, sejumlah korban mengaku diminta menyerahkan biaya tambahan agar bisa berangkat.

Para tersangka diduga meraup uang calon jemaah sekitar Rp 800 miliar. Penyidik telah menyita sejumlah aset milik tersangka, tetapi jumlahnya hanya sekitar Rp 50 miliar.

Baca juga: First Travel Akhirnya Setuju Bayar Ganti Rugi Rp 1 Triliun, Tapi dari Mana Uangnya ya?

Loading...