Kriminal

Rizieq Shihab Belum Jelas Kapan Pulang, Alumni 212: Masih Tunggu Petunjuk dari Allah SWT

Pimpinan FPI Muhammad Rizieq Shihab.
Pimpinan FPI Muhammad Rizieq Shihab.

Jurnalindonesia.co.id – Ketua Alumni Presidium 212, Umar Al Hamid, mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian kapan pimpinan FPI, Muhammad Rizieq Shihab, akan kembali ke Indonesia.

Diketahui, Rizieq saat ini masih di Arab Saudi. Beberapa hari terakhir sempat beredar foto e-ticket yang disebut-sebut sebagai tiket kepulangan Rizieq ke Tanah Air. Namun Penasihat Presidium 212, Eggi Sudjana, membantahnya. Dan mengatakan bahwa foto tiket yang beredar di media sosial tersebut adalah hoax.

Baca: Foto Tiket Kepulangan Rizieq Shihab Cuma Isapan Jempol, Ini Buktinya

Sementara itu Ketua Alumni Presidium 212, Umar Al Hamid, mengatakan bahwa Rizieq Shihab saat ini masih menunggu petunjuk dari Allah SWT.

“Beliau itu bukan tidak ingin datang. Beliau itu sangat kepengin datang. Tapi pasti ada sesuatu yang beliau tunggu. Apa yang beliau tunggu yaitu petunjuk dari Allah SWT,” ucapnya di Roemah Rakjat di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (16/2) petang, sebagaimana dilansir Merdeka.com.

“Jadi untuk datang seseorang yang semacam Habib Rizieq ini kan menunggu isyarat. Tidak semudah yang kita anggap,” lanjutnya.

Baca Juga:  Fadli Zon: Bagi-bagi Sertifikat itu Tugas Ketua RT, Bukan Presiden

Jika petunjuk dari Allah sudah diterima Rizieq dan membawa hasil yang baik, Rizieq pasti akan pulang ke Indonesia. Rizieq ingin kedatangannya ke Indonesia membawa kedamaian, menjadi inspirasi sebagai tokoh yang suka damai.

“Jadi harus ada petunjuk. Jangan sampai keinginan beliau begitu menggebu juga bertemu dengan masyarakat di Indonesia dan juga masyarakat yang ingin melampiaskan rindu tidak kecewa. Tentunya Habib Rizieq sangat bangga dengan masyarakat yang merindukan beliau,” ujarnya.

Baca Juga:  Soal Aksi Tamasya Al Maidah, Rizieq Mengaku Sudah Ijin Langsung ke Kapolri

Hal senada juga diungkapkan Eggi Sudjana. Menurut dia, Rizieq saat ini masih istikharah (meminta petunjuk Allah SWT).

“Beliau masih harus istikharah dulu, saya lihat beredarnya foto ini banyak yang berkepentingan di situasi yang keruh seperti ini,” kata dia.

Salah satu pertimbangan penundaan kepulangan Rizieq adalah faktor keamanan. Sebab, kata Eggi, saat ini belum ada kepastian dari aparat kepolisian bahwa kasusnya akan dihentikan.

Menurut Eggy jika tidak diberikan SP3, bisa terjadi konflik horizontal.

“Bisa terjadi bunuh-bunuhan. Ini yang harus dipertimbangkan. Oleh karena itu, sudi kirannya Jokowi untuk menerima Habib Rizieq, SP3-kan, selesai ini urusan. Bangun kedepan kegiatan yang baik,” kata dia.

Baca Juga:  Soal Kasus Dugaan Penistaan Pancasila, Rizieq Minta Sukmawati Cabut Laporan dan Minta Maaf

Oleh karena itu, Eggy pun berharap agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk tidak menangkap Rizieq saat tiba di Tanah Air.

Eggi meminta agar pemerintah menyambut baik kedatangan Rizieq dengan mendiponeringkan alias pengesampingan perkara demi kepentingan umum seperti yang diberikan Kejaksaan Agung kepada Abraham Samad, Bambang Widjojanto, Bibit Samad dan Chandra Hamzah.