Daerah, Papua Barat, Pendidikan

Tanpa Zaadit, Anggota BEM UI Berangkat ke Asmat

Wabah Campak dan Gizi Buruk Asmat Sebabkan 68 Meninggal Wabah campak dan kasus gizi buruk di Asmat Papua sebabkan 68 anak meninggal dunia, dan yang dirawat bertambah jumlahnya dari 18, kini 33 orang per Jumat (19/1). (Foto: AFP PHOTO / Muhammad Aidi)

Jurnalindonesia.co.id
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) memberangkatkan tim ke Kabupaten Asmat, Papua, untuk membantu warga yang mengalami gizi buruk dan penyakit campak, Kamis 15 Februari 2018.

Didampingi tim dokter TNI, ada empat anggota BEM UI yang diberangkatkan.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima detikcom dari Pendam XVII/Cenderawasih, rombongan Tim III Satgas Kesehatan TNI berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma pada Kamis (15/2/2018) pukul 05.00 WIB. Rombongan menempuh rute Halim-Semarang-Makassar-Ambon-Timika dan diperkirakan tiba di Timika sore ini pukul 16.00 WIT.

Empat anggota BEM UI yang ikut di rombongan adalah:

  • Made Desna (FIA 2016)
  • Ade Putra (FIK 2015)
  • Camar (FIB 2016)
  • Iban (FT 2015)

Berdasarkan keterangan tersebut, Zaadit tidak ikut dalam rombongan.

Mahasiswa UI bersama TNI pergi ke Asmat.

Mahasiswa UI bersama TNI pergi ke Asmat. (Foto: istimewa)

Selain 4 anggota BEM UI, rombongan itu juga terdiri dokter spesialis anak, kebidanan dan penyakit dalam, dokter umum serta paramedis dari TNI AD-TNI AU-TNI AL.

Total ada 19 orang dalam rombongan itu.

Rombongan dipimpin oleh Danrumkitmar Lekol Laut (K) dr Aminuddin Harahap, Sp.A

Pemberangkatan rombongan dilepas oleh Kapuskesad Mayjen TNI dr Bambang Dwi Hasto, SpB. Dalam sambutannya, Bambang memberi berpesan agar rombongan mengutamakan faktor keamanan.

“Jaga kekompakan, termasuk untuk adik-adik Mahasiswa dari BEM UI. Diantara dokter-dokter militer yang bertugas bersama kalian saat ini adalah senior-senior kalian se Almameter alumni UI. Jadi kalian tidak perlu canggung, bertanya dan belajarlah yang banyak kepada senior,” kata Bambang.

Keberangkatan anggota BEM UI ke Asmat ini juga dipublikasikan di akun Instagram BEM UI. Mereka menamakan gerakan itu sebagai GABRUK! (Gerakan Asmat Bebas Gizi Buruk).

Dijelaskan bahwa ada 2 tim dari BEM UI yang berangkat ke Asmat. Ada pula foto yang diunggah dan tidak nampak Zaadit di foto tersebut.

Baca juga: Ketua BEM UI Tolak Tawaran Bantuan Jokowi untuk Kunjungi Asmat

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf. Muhammad Aidi kepada CNN Indonesia.com, mengatakan, rombongan membawa sejumlah bantuan beruba obat-obatan, dan peralatan yang dibutuhkan oleh masyarakat di Asmat.

“Kami hanya memfasilitasi masyarakat yang ingin memonitor dan mengirim bantuan, ini sudah kali ketiga, sebelumnya ada Aksi Cepat Tanggap, BEM Unhas, BEM UGM,” kata dia.

Aidi berharap anggota BEM UI yang ikut dapat melihat langsung kondisi masyarakat di Asmat. TNI juga berpesan agar tim rombongan menjaga kondisi kesehatan selama di sana, mengingat medan sangat berat.

“Di sana air bersih yang sulit. Tim sebelumnya, dari ACT telah mengirimkan bantuan berupa tandon air. Diharapkan mahasiswa dapat memberikan bantuan dan tenaga untuk membantu masyarakat,” katanya.

Aidi belum mengetahui sampai kapan tim BEM UI dan dokter TNI akan berada di sana. “Kalau pergantian itu bisa 10 sampai 20 hari. tapi saya belum tahu, mereka sampai kapan,” katanya.

Baca juga: Surat Terbuka dari Dokter di Papua untuk Ketua BEM UI soal ‘Kartu Kuning’ Jokowi

Loading...