Mancanegara

Dikeluarkan dari Sekolah, Murid Ngamuk dan Tembak Belasan Siswa

Kondisi beberapa jam usai peristiwa penembakan brutal di Marjory Stoneman Douglas High School di Parkland, Florida, Amerika Serikat.
Kondisi beberapa jam usai peristiwa penembakan brutal di Marjory Stoneman Douglas High School di Parkland, Florida, Amerika Serikat. (Foto: screenshoot video sun-sentinel.com)

Jurnalindonesia.co.id – Insiden penembakan terjadi di sekolah menengah di Parkland, Florida, Amerika Serikat. Peristiwa yang terjadi di Marjory Stoneman Douglas High School tersebut menewaskan 17 orang.

Pelaku adalah siswa yang baru saja dikeluarkan sekolah tersebut karena masalah kedisiplinan

Dilaporkan Associated Press, kegiatan belajar di Stoneman Douglas dikacaukan oleh kedatangan pria bersenjata. Para siswa yang ada di dalam kelas sontak lari berhamburan ke luar gedung sekolah ketika pria tersebut dengan brutal memberondongkan peluru ke ruang kelas.

“Situasinya sangat mengerikan,” ujar pengawas sekolah Stoneman Douglas, Robert Runcie.

Baca Juga:  Kisah Para Pengguna Medsos yang Menjebak Pria Arab dengan Seks Online Lalu Memerasnya

Laporan penembakan direspons cepat oleh kepolisian setempat. Kepolisian Florida berhasil menangkap pelaku bernama Nicolas Cruz, pemuda 19 tahun yang baru saja dikeluarkan dari sekolah tersebut.

Dalam penangkapan, diamankan barang bukti yakni satu pucuk senjata serta beberapa magasin peluru.

Selain 17 orang yang menjadi korban, belasan orang mengalami luka tembak dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

Media AS melaporkan, kemungkinan korban luka mencapai 20 orang. Seorang reporter Fox lokal menyebutkan, beberapa orang dirawat karena luka-luka di luar sekolah.

Baca Juga:  Jutaan Data Facebook Bocor untuk Menangkan Trump, Zuckerberg Minta Maaf

Presiden Donald Trump pun langsung mengucapkan belasungkawanya kepada keluarga korban. Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih Lindsay Walters mengatakan bahwa presiden telah mendapat pengarahan dan bahwa Gedung Putih sedang memantau situasi tersebut.

Gubernur Florida Rick Scott mengatakan bahwa dia berbicara dengan Presiden Trump tentang penembakan tersebut, dan terus menerima pembaruan dari penegak hukum.

Lewat akun Twitter, Ted Deutch, anggota Kongres perwakilan distrik tersebut, menuliskan: “Saya jatuh sakit dengar berita ini dari rumah, baru saja berbicara dengan sheriff, ini sangat menghancurkan.”

Baca Juga:  Ayah Unggah Video Anak Gadisnya yang Jadi Korban Pengeroyokan oleh Teman Sekolahnya karena Muslim, Polisi Turun Tangan

“Itu adalah sekolah yang luar biasa di distrik saya – guru dan staf yang hebat, melibatkan orang tua dan anak-anak yang menakjubkan. Berbicara dengan anak-anak di sana beberapa minggu yang lalu,” katanya.