Kriminal

Tommy Soeharto Gugat ‘BaBe’ Rp100 M atas Tuduhan Berita Palsu

Tommy Soeharto
Tommy Soeharto

Jurnalindonesia.co.id – Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto), putra mantan Presiden Republik Indonesia ke-2 Soeharto, menggugat aplikasi agregator berita ‘BaBe’ (Baca Berita) atas tuduhan penyebaran berita bohong alias hoaks. Pihak Tommy Soeharto telah mendaftarkan gugatan tersebut ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Tommy mengguat PT MP. Games (Mainspiring Technology) sebagai pihak pengembang Babe dengan permintaan ganti rugi materiil sebesar Rp 100 miliar.

Kuasa hukum Tommy, Erwin Kallo mengatakan, laporan itu sebagai respons atas salah satu pemberitaan di BaBe, yang menyebut kliennya sebagai dalang dari kelompok Saracen. Erwin menilai isi dari berita yang diunggah pada 28-30 Agustus 2017 tersebut tidak berdasar sama sekali.

“Medianya yang digugat. Adanya berita hoaks yang memuat klien kami Bapak Hutomo Mandala Putra. Judul beritanya ‘Gemetaran Tommy Suharto Terbukti Aktor Dari Saracenews, Jokowi Minta Polri Tangkap Dalangnya’,” kata Erwin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Kamis (8/2).

Baca Juga:  Ustaz Ditusuk Wanita Diduga Gila Usai Salat Subuh di Masjid

Erwin berharap gugatan tersebut dapat memberi efek jera kepada pihak BaBe.

“Ini (berita) sangat mengganggu dan merugikan bagi klien kami. (Gugatan ganti rugi) Materilnya Rp 100 miliar, supaya ada efek jeranya,” kata Erwin.

“Kami ingin membuktikan hoaks itu harus dilawan, tidak hanya mengutuk, saja tapi harus membuktikan. Ini salah satu bukti klien kami melakukan gugatan hukum untuk pembelajaran dan efek jera bagi para pembuat berita hoaks ini,” lanjutnya.

Erwin Kallo, Kuasa Hukum Tommy Soeharto

Erwin Kallo, Kuasa Hukum Tommy Soeharto (Foto: Mustaqim Amna/kumparan)

Erwin mengaku pihaknya telah dua kali mengajukan somasi ke Babe, sebulan setelah berita itu diunggah.

“Sudah somasi September dan Oktober, (BaBe) membalas, tetapi tidak sesuai keinginan kami. Dia minta maaf, ada suratnya minta maaf, itu (berita) salah, sudah diturunkan. Diangggapnya (kalau) sudah diturunkan, (permasalahan) sudah selesai,” ujarnya.

Dia menilai BaBe tidak bersikap kooperatif, sebab hanya menghapus berita tersebut dan enggan menuliskan berita klarifikasinya. Untuk menjaga nama baik kliennya yang sudah tercemar, Erwin pun membawa kasus ini ke pengadilan.

Baca Juga:  Ketua IMM Minta Maaf Terkait Berita Hoaks yang Diduga Disebar Kadernya

“Padahal kan kalau (media) online itu dua atau tiga hari (terunggah) saja sudah tersebar. Yang kami inginkan adalah ada konfirmasi bahwa berita ini adalah hoaks, berita ini tidak benar,” lanjut Erwin.

“Bersihkan nama klien kami, bahwa beliau tidak ada sangkut pautnya dengan Saracen, karena (dalam) beritanya jelas (ditulis) bahwa Hutomo Mandala Putra dalang Saracen,” lanjut dia.

Pihak BaBe dinilai melanggar Pasal 27 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transkasi Elektronik (ITE). Menurut Erwin, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan membawa kasus ini ke ranah pidana.

“Pasal ini kan bisa ke pidana, bisa ke perdata. Sebenarnya tuntutan kami dari awal pas kami somasi kami suruh minta maaf dimuat di media. Setelah perdata ini melawan hukum, dia ini potensi pidananya besar sekali,” papar Erwin.

Baca Juga:  Jejak Politisi PKS Dwi Estiningsih Sebar Hoax dan Isu SARA di Medsos

Erwin menambahkan, pihaknya sengaja tak melaporkan kasus ini ke Dewan Pers sebab menurutnya berita yang mengandung unsur pencemaran nama baik bukan wewenang Dewan Pers. Ia mengatakan wewenang Dewan Pers adalah hal-hal yang berkaitan dengan kode etik.

“Kalau Dewan Pers itu kan pelanggaran kode etik, ini kan pelanggaran hukum. Pencemaran nama baik, ujaran kebencian, berita hoaks, sudah masuk semua kan. Justru ini kita ke perdata dulu. Lapor ke Dewan Pers sih bisa saja kalau itu masalah kode etiknya, tapi ini pelanggaran hukum, ya, hak klien kami juga milih (lapor ke) mana kan,” pungkas Erwin.