DKI Jakarta, Nasional

Bantuan Lambat, Pengungsi Korban Banjir di Cililitan Minta Sumbangan di Pinggir Jalan

Warga Mengungsi di Trotoar Jl Dewi Sartika, Jakarta Timur.
Warga Mengungsi di Trotoar Jl Dewi Sartika, Jakarta Timur. (Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom)

Jurnalindonesia.co.id – Banjir yang merendam wilayah Cililitan sejak Senin (5/2/2018) malam akibat luapan Sungai Ciliwung, memaksa warga untuk mengungsi.

Warga RT 11 RW 07, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, terpaksa mengungsi di atas trotoar Jalan Dewi Sartika.

Tampak tenda berwarna jingga berdiri di atas trotoar jalan tersebut. Tenda itu digunakan warga sebagai tempat berteduh sementara.

Mereka membawa barang-barang seperti koper, kasur dan pakaian.

Para pengungsi itu pun mengaku belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.

Warga Mengungsi di Trotoar Jl Dewi Sartika, Jakarta Timur. (Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom)

Salah satu pengungsi, kepada detikcom Selasa (06/02/2018), mengaku mulai menempati tenda di trotoar itu sejak Senin (5/2/2018) malam pukul 20.00 WIB. Dia mengatakan, tenda tersebut milik seorang pedagang nasi yang biasa berjualan di trotoar tersebut.

“Ini bukan posko, ini kita pakai tenda punya pedagang makanan,” katanya di lokasi.

Menurutnya, ada sekitar 30 orang warga yang mengungsi di tenda tersebut bersamanya.

“Kalau nggak salah ada deh ini 30 orang,” ucapnya.

Seorang warga lainnya bernama Risma mengatakan, dia mulai mengungsi sejak Senin (5/2) pukul 18.00 WIB. Menurutnya selain memanfaatkan tenda tersebut, ada sebagian warga terpaksa tidur di atas trotoar.

“Ada yang di klinik, ada yang tidur di sepanjang trotoar,” ujarnya.

Risma mengaku selama mengungsi belum mendapatkan bantuan. Dia berharap Pemerintah DKI Jakarta ikut memperhatikan nasib warga Cililitan yang terdampak banjir.

“Belum dapat bantuan, kita minta diperhatikan. Ini banyak juga korban banjir di Cililitan. Ini tolong bantuan makanan, minuman terutama untuk bayi dan anak-anak obat-obat juga. Paling ini kita minta sumbangan di jalan aja,” ujarnya.

Warga minta sumbangan untuk membantu pengungsi korban banjir.

Warga minta sumbangan untuk membantu pengungsi korban banjir. (Foto: Ibnu/detikcom)

“Dari kemarin belum dapat, boro-boro makanan, air saja beli sendiri pada patungan,” kata warga bernama Yuris.

Yuris mengatakan, sejak kemarin warga yang mengungsi hanya mendapat bantuan dari pengendara yang melintas di Jalan Dewi Sartika.

“Bantuan belum ada dari Pemda (DKI) cuma paling dari warga saja yang lewat ngasih,” ucap Yuris.

Selain belum mendapatkan bantuan makanan, kata Yuris, pengungsi juga belum mendapatkan tenda. Menurut dia, tenda yang ditempati pengungsi sekarang adalah milik pedagang nasi.

“Ini tenda punya orang nasi pecel,” ucapnya.

Warga minta sumbangan untuk membantu pengungsi korban banjir. (Foto: CNN Indonesia)

Yuris berharap segara ada bantuan untuk warga korban banjir di Cililitan Kecil. “Harapannya segera berikan bantuan. Ya paling penting makanan, makanan aja dari pagi nggak ada makanan,” jelasnya.

Akibat lambatnya bantuan Pemprov DKI, warga Cililitan korban banjir berinisiatif meminta sumbangan di pinggir jalan kepada orang-orang dan para pengendara yang melintas di Jalan tersebut.

Mulai dari anak kecil hingga orang dewasa berjajar di sepanjang trotoar tidak jauh dari tenda pengungsian untuk meminta sumbangan dengan membawa kardus dan tas plastik bertuliskan ‘Peduli Banjir Ciliwung.

“Sumbangannya om, om,” pinta seorang anak kepada pengguna jalan.

Warga minta sumbangan untuk membantu pengungsi korban banjir. (Foto: CNN Indonesia)

Terlihat sesekali pengendara yang melintas memberikan sumbangan untuk mereka. Hasilnya digunakan untuk membantu warga yang dampak banjir.

Sementara arus lalu lintas di Jalan Dewi Sartika mengarah ke Kalibata terlihat ramai.

Pengungsi lain bernama Yola Armenia mengaku mengumpulkan sumbangan untuk pengungsi lain yang belum mendapat bantuan. Dia sendiri baru mengungsi pagi tadi. Semalam ia masih bertahan bersama orang tuanya di lantai dua rumahnya.

“Hari ini turun ke jalan minta bantuan (pakai kardus) karena kasihan juga banyak adik-adik balita yang nggak bisa jajan dan minum susu, makanya aku turun aja galang dana. Iseng aja, siapa tahu bisa bantuin beneran,” kata Yola ditemui CNNIndonesia.com di Jalan Kalibata Raya, Selasa (6/2).

Pengungsi yang lain, Lira Ekania mengaku sejak pagi tadi turun ke jalan untuk meminta bantuan warga yang melintas. Dia meminta bantuan pada pengendara untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya.

“Saya agak bingung karena anak saya tiga masih kecil, ini yang satu baru 11 bulan tapi saya nggak punya uang yang cukup dan pakaian bersih buat anak-anak, makannya saya coba minta yang di jalan,” kata Lira.

Sementara itu, Ketua RT02/RW07, Yusa Afrian, membenarkan belum ada bantuan dari Pemda DKI yang datang ke wilayahnya.

“Bantuan semalam emang belum ada atau baru evakuasi saja, beberapa diungsikan ke Binawan dan sisanya di masjid. Kalau bantuan berupa minuman dan makanan mulai datang baru saja, kira-kira pukul 11.15 tadi dari macem-macem,” kata Yusa kepada CNN Indonesia.

Yusa menilai wajar bantuan datang terlambat, sebab banjir yang terjadi merata di sejumlah wilayah bantaran kali Ciliwung di Jakarta.

Dia pun tak bisa melarang warganya meminta bantuan kepada para pengguna jalan.

“Saya nggak bisa marahin warga juga kalau akhirnya mereka milih turun ke jalan dan minta duit, ya karena itu inisiatif mereka dan memang tuntutan kebutuhan,” katanya.

Yusa pun berharap Pemprov DKI cepat tanggap bagi kebutuhan warga yang dilanda banjir.

Loading...