DKI Jakarta, Kesehatan

34 Anak di DKI Alami Gizi Buruk, Sandiaga: Saya Pikir Hanya di Papua

Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno.
Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno.

Jurnalindonesia.co.id – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku baru tahu informasi adanya anak di Jakarta yang mengalami gizi buruk.

Sebagaimana dilaporkan Kepala Suku Dinas (Sudin) Kesehatan Jakarta Utara (Jakut), M. Helmi, pihaknya menemukan kasus gizi buruk di Jakarta Utara. Ada 34 anak yang mengalami gizi buruk yang tersebar di seluruh kecamatan di Jakut.

Menanggapi hal tersebut, Sandiaga tidak menyangka di balik kemegahan Ibu Kota masih ada anak-anak yang mengalami gizi buruk. Dia berpikir selama ini Jakarta sudah bebas dari gizi buruk.

“Saya baru dikasih tahu kemarin. Ada 30-an lebih warga DKI yang punya permasalahan gizi, katanya di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu. Saya baru tahu juga. Saya pikir hanya di daerah Papua (anak gizi buruk),” kata Sandi di Central Restaurant, Jakarta, Minggu (4/1).

Sandi pun berharap 17 persen anggaran kesehatan dari total APBD DKI 2018 yang mencapai Rp 77,1 triliun bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki gizi anak-anak Jakarta.

“Kita ingin lebih banyak upaya untuk kita memiliki masyarakat yang bergaya hidup sehat. Selalu mengecek kesehatan terutama gizi,” katanya.

“Jadi ini mungkin yang kita hadapi. Real ada di depan mata,” kata dia.

Selain itu Sandi pun meminta partisipasi masyarakat dalam kasus seperti ini. Dia meminta masyarakat untuk tanggap dengan tetangga sekitar agar kasus gizi buruk bisa diidentifikasi sedini mungkin.

Dia juga meminta ibu-ibu PKK untuk terlibat membantu 34 anak yang terkena gizi buruk di Jakarta Utara.

“Kita ingin ibu-ibu PKK juga turun didata dan juga Dinas Sosial turun memberikan bantuan makanannya, Dinas Pendidikan juga pastikan, kemudian Perlindungan Perempuan dan Anak. Kita turunkan secara gerak cepat, kolaborasi dan partisipatif,” kata Sandiaga.

Baca juga: Jurnalis BBC Diusir dari Asmat, AJI Sebut Jokowi Ingkar Janji

Diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menemukan kasus gizi buruk di Jakarta Utara. Ada 34 anak yang mengalami gizi buruk, tersebar di semua kecamatan di Jakarta Utara.

“194 itu kan tahun 2017 sekarang sudah menurun. Asupan gizinya kurang, makanannya kurang. 194 sekarang tinggal 34. Itu di setiap kecamatan ada, terakhir ini di Cilincing tinggal 9 orang. Mungkin Januari udah turun lagi,” kata Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Utara M. Helmi saat dihubungi, Jumat (2/2/2018).

Helmi mengatakan pihak Pemprov DKI telah berupaya untuk menanggulangi gizi buruk tersebut. Dia optimis angka gizi buruk akan segera turun.

“Sejak awal Pemprov untuk penangan gizi tetap dilakukan,” sebutnya.

Suku Dinas kesehatan Jakarta Utara, M. Helmi

Suku Dinas kesehatan Jakarta Utara, M. Helmi.

Helmi mengatakan terus menambah sumber daya manusia untuk membantu menanggulangi masalah gizi buruk di Jakarta Utara.

“Penanganan itu ada dua. Intervensi spesifik, kedua Intervensi sensitif. Spesifik itu lebih banyak didominasi oleh jajaran kesehatan perekrutan tenaga ahli gizi sampai Puskemas, kelurahan, supaya bisa mendeteksi sejak dini. Kedua dengan adanya tim yang mendata kesehatan dari rumah ke rumah,” paparnya.

Helmi meminta anak yang mengalami mendapat pelayanan berupa pemulihan selama 90 hari di Posyandu. Dia menyebut angka gizi buruk terus menurun.

“Kalau gizinya kurang diberi tambahan makanan itu. Makannya berupa formula, minimal 90 hari pemulihan,” jelasnya.

Loading...