DKI Jakarta, Ekonomi dan Bisnis

Gerindra: Legalisasi Becak Bisa Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Tukang Becak Pendatang Terus Bertambah di Wilayah Jakarta Barat
Puluhan becak mangkal di kolong flyover Bandengan Utara, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Kamis (25/1/2018). (Foto: Koran SIndo/Yan Yusuf)

Jurnalindonesia.co.id – Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Puyuono menyambut baik wacana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk melegalkan operasi becak di Jakarta.

Menurutnya, hal itu akan membuka lapangan kerja baru di sektor transportasi umum serta sektor UKM.

“Saat ini perlu diketahui banyak masyarakat di desa, khususnya anak-anak muda putus sekolah dan angkatan kerja di desa tidak punya pekerjaan alias nganggur,” kata Arief kepada redaksi, Minggu (4/2).

Kondisi tersebut, menurut Arief, terjadi lantaran program pemberdayaan ekonomi pemerintah Joko Widodo (Jokowi), baik melalui dana desa maupun pembangunan lahan pertanian baru, tidak memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Terbukti, kata dia, daya beli masyarakat di pedesaan menurun, ditambah lagi dengan adanya kenaikan harga beras, gula, dan tarif listrik.

“Karena itu sudah tepat becak dihadirkan kembali di Kota Jakarta sebagai sebuah bidang lapangan kerja baru bagi masyarakat desa agar bisa membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Puyuono.

Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Puyuono.

Arief optimistis, legalisasi becak akan berdampak luas, tidak hanya pada para penarik becak itu sendiri, namun juga usaha pendukungnya. Misalnya, pabrik besi akan lebih banyak berproduksi, sektor UKM pembuatan becak juga ikut tumbuh pesat, termasuk bengkel dan warteg.

“Jadi saya rasa parpol oposisi dari Anies-Sandi jangan menolak maksud baik Anies-Sandi untuk memberikan kue ekonomi di Jakarat bagi wong cilik,” ujarnya.

Apalagi, imbuh dia, Pemprov DKI hanya mengizinkan becak beroperasi di jalan-jalan di lingkungan kampung. Becak tidak bisa masuk ke jalan protokol dan jalan besar lainnya. (Baca: Anies: Kami Tidak Pernah Rencanakan Becak Berada di Jalan Raya)

Dengan adanya becak, kata Arief, siapa tahu nantinya muncul aplikasi becak online seperti Gojek untuk memudahkan masyarakat memesannya.

“Misalnya kita kasih nama aplikasi Gowes. Jadi tidak ada yang salah program Anies-Sandi untuk ‘membecakkan’ Jakarta kembali. Kami dukung karena masyarakat Juga masih senang kok dengan naik becak,” tandas Arief.

Baca juga: Sandi Sebut Ada Upaya Mobilisasi Tukang Becak ke DKI agar Jakarta Tak Stabil

Loading...