Kriminal

Mabuk, Beli Rokok Lama Dilayani, Anggota Brimob Ini Lepas 2 Tembakan

Ilustrasi penembakan. (Thinkstock/hurricanehank)

Jurnalindonesia.co.id – Hanya gara-gara lambat dilayani pemilik warung saat membeli rokok, Anggota Brigade Mobil (Brimob) Polda Sulawesi Tenggara tersulut emosi hingga melepaskan dua kali tembakan.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 28 Januari 2018, sekitar pukul 01.00 Wita di sebuah warung milik Herdin di Desa Pewutaa, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Tidak hanya menembak dua kali, anggota Brimob bernama Nuralam itu juga mengancam dan menendang pemilik warung.

Pada saat kejadian, Nuralam diketahui dalam kondisi mabuk.

Sontak kejadian ini langsung menarik perhatian banyak warga kampung.

Karena merasa diancam, warga kemudian melapor ke polisi. Tidak berapa lama, mobil patroli polsek akhirnya datang dan mengamankan warga serta anggota Brimob.

“Saya sementara makan waktu kejadian. Dia tidak mau sabar sampai saya selesai makan karena saya lihat dia dalam kondisi mabuk,” ujar Herdin, Selasa (30/1/2018), dilansir dari Liputan6.

Herdin, pemilik warung yang diancam anggota Brimob di depan warungnya. (Foto: Akbar Fua/Liputan6.com)

Sebelum Nuralam mengeluarkan tembakan sebanyak dua kali, Herdin sempat memintanya masuk ke dalam rumah. Namun, Nuralam menolak dan sempat memaki.

Diketahui, Brigadir Nuralam sementara melakukan pengamanan khusus di wilayah Desa Pewutaa. Bersama sejumlah rekannya, Nuralam sudah beberapa minggu bertugas di wilayah itu.

“Dia dapat tugas khusus, sehari-harinya memang berbelanja di sekitar sini,” ujar Suaeb, warga di lokasi kejadian.

Suaeb mengatakan, Nuralam adalah warga desa yang sehari-harinya suka bersosialisasi. Namun, entah kenapa malam itu berubah dan mengancam Herdin.

“Dia warga kampung sini, tapi alasannya kenapa membeli di warung sampai keluarkan senjata itu yang saya tidak mengerti,” ujar Suaeb.

Tidak ada penganiayaan

Sementara itu Kepala Satuan (Brimob) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), Kombes Pol Kasero Manggolo membantah adanya penganiayaan dalam peristiwa ini.

Kasero mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tim dan melakukan penyelidikan terkait kasus itu. Brigadir Nuralam juga sudah diperiksa.

“Tidak ada masalah, tak perlu dilebih-lebihkan ya. Mereka sudah kami periksa, sudah didamaikan,” ujar Kasero Manggolo, Selasa (30/1/2018).

Kasat Brimob Polda Sulawesi Tenggara.

Kasat Brimob Polda Sulawesi Tenggara. (Foto: Akbar Fua/Liputan6.com)

Menurut Kasero, antara anggotanya dan pemilik warung sebenarnya masih ada hubungan keluarga. Jadi, masalah ini bisa segera diselesaikan secara kekeluargaan.

“Sudah aman itu, tidak ada masalah antara mereka,” ujarnya.

Untuk diketahui, Kasat Brimob Polda Sultra dikenal tegas dalam menindak anggotanya yang melanggar. Kasero Manggolo juga sudah mewanti-wanti akan memberikan sanksi bagi anggotanya yang tidak patuh.

Baca juga: Sedan Diberondong 10 Tembakan oleh Polisi di Lubuklinggau, Pernyataan Saksi Mata Ini Mengejutkan