Daerah, Jawa Barat, Kriminal

Kembali Terjadi Penipuan Umrah, 12 Ribu Lebih Calon Jemaah Jadi Korban

Kapolda Jawa Barat Agung Budi Maryoto didampingi Dirkrimsus Samudi di Mapolda Jawa Barat menunjukkan barang bukti kasus penipuan biro umrah PT SBL di Mapolda Jawa Barat, Selasa 30 Januari 2018. (Foto: Pikiran Rakyat)

Jurnalindonesia.co.id – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat menetapkan AJW dan ER sebagai tersangka pelaku dugaan penipuan dan pencucian uang jemaah umrah. AJW dan ER adalah pengelola biro perjalanan haji dan umrah, PT Solusi Balad Lumampah (PT SBL).

Tercatat, ada 12.845 orang yang telah menjadi korban penipuan tersebut.

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, kasus bermula dari laporan para jemaah yang gagal berangkat umrah menggunakan jasa PT SBL. Polisi mulai melakukan penyelidikan dengan mendatangi Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat.

Selain itu polisi juga telah memeriksa sedikitnya 30 orang saksi, termasuk saksi ahli pidana dan tindak pidana pencucian uang.

“Dari situ didapat keterangan bahwa perusahaan ini hanya memiliki izin menyelenggarakan umrah tapi tidak memiliki izin memberangkatkan haji,” ujar Agung di Mapolda Jabar, Selasa (30/1).

“Akan tetapi dalam promosinya perusahaan tersebut memeberangkatkan haji,” imbuhnya.

Setelah dilakukan pendalaman berdasarkan alat bukti berupa buku administrasi, tercatat telah ada 30.237 calon jemaah telah menyetor uang masing-masing Rp18-23 juta, dengan total mencapai Rp900 miliar.

Polisi kemudian mendapati sebanyak 12.845 calon jemaah belum diberangkatkan.

AJW dan ER diamankan kepolisian dan ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap bertanggung jawab atas gagalnya pemberangkatan 12 ribu lebih calon jemaah.

Dari tangan kedua tersangka polisi menyita sejumlah alat bukti, antara lain bilyet PT SBL untuk paket haji plus dan umroh sebagai tanda bukti pelunasan, sertifikat hak milik atas nama AJW dan ER, buku cek atas nama PT SBL, brosur perjalanan haji dan umroh PT SBL, buku tabungan berbagai bank, buku koperasi simpan pinjam.

penipuan umrah

Kapolda Jawa Barat Agung Budi Maryoto didampingi Dirkrimsus Samudi di Mapolda Jawa Barat menunjukkan barang bukti kasus penipuan biro umrah PT SBL di Mapolda Jawa Barat, Selasa 30 Januari 2018. (Foto: CNN Indonesia)

Selain itu, petugas juga menyita laptop, komputer, ponsel, 9 unit kendaraan roda empat, 4 unit kendaraan roda dua serta uang tunai Rp 1,6 miliar.

“Sudah kami police line untuk selanjutnya minta persetujuan pengadilan,” ujarnya.

Baca: Deretan Mobil Mewah Milik PT SBL Hasil Menipu 12 Ribu Lebih Calon Jemaah Umrah

penipuan umrah

Polisi menyita sembilan unit kendaraan roda empat milik PT SBL. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)

Lebih lanjut Agung mengatakan, hasil pendalaman kasus diketahui PT SBL tidak sanggup membayar uang untuk memberangkatkan jemaah.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 372 dan 378 KUH Pidana tentang pidana penipuan dan penggelapan, pasal 63 ayat 1 Jo pasal 64 ayat 1 UU RI No.13 Tahun 2018 tentang penyelenggaraan haji dan pasal 2 ayat 1 huruf r dan z Jo pasal 3 Jo pasal 4 UU RI No.8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang. Ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp 20 miliar.

Layanan pengaduan

Saat ini Polda Jawa Barat membuka layanan pengaduan bagi jemaah yang merasa dirugikan. Informasi bisa disampaikan melalui nomor 082115671856.

Loading...