Kriminal

Deretan Mobil Mewah Milik PT SBL Hasil Menipu 12 Ribu Lebih Calon Jemaah Umrah

penipuan umrah
Polisi menyita sembilan unit kendaraan roda empat milik PT SBL. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)

Jurnalindonesia.co.id – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat menangkap pengelola biro perjalanan haji dan umrah PT Solusi Balad Lumampah (SBL), AJW dan ER. Keduanya diduga melakukan penipuan penyelenggaraan ibadah umrah dengan korban.

Tercatat sedikitnya 12.845 calon jemaah menjadi korban.

Baca: Kembali Terjadi Penipuan Umrah, 12 Ribu Lebih Calon Jemaah Jadi Korban

Polisi menyita barang bukti, antara lain bangunan mewah dan sejumlah aset kendaraan milik AJW.

Polisi memamerkan sejumlah barang bukti dalam jumpa pers di halaman Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (30/1/2018).

Baca Juga:  Heboh! Foto Para Petinggi Polri Riau "Kongkow" Bareng Bos Perusahaan Pembakar Lahan yang di-SP3-kan

Barang bukti yang dipamerkan berupa mobil mewah seperti Alphard, Range Rover, dan Mercedes, serta sejumlah mobil lainnya yakni Navara, Pajero, Mobilio, Jazz, Hiace dan truk towing.

Total ada sembilan kendaraan roda empat.

penipuan umrah

Polisi menyita sembilan unit kendaraan roda empat milik PT SBL. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)

penipuan umrah

Polisi menyita sembilan unit kendaraan roda empat milik PT SBL. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)

Selain mobil, ada juga empat unit sepeda motor terdiri tiga motor trail dan satu motor X-Max.

Baca Juga:  Anies Ancam 'Alexis-kan' Tempat Hiburan Nakal Lainnya

Selain barang bergerak, pemilik juga diduga membeli sejumlah barang tak bergerak berupa bangunan rumah dan sebidang tanah. Terdapat tiga unit bangunan rumah mewah di kawasan Antapani dan satu unit di Jalan Dewi Sartika. Sementara itu terdapat sebidang tanah di kawasan Cigadung.

“Itu semua dari hasil bisnis ini,” kata Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto di Mapolda Jabar.

Baca Juga:  Jalani Sidang Perdana, Bos Abu Tours Dihujani Makian

Bos PT SBL mengantongi uang Rp 300 miliar. Uang sebesar itu didapat dari 12. 845 jemaah umrah yang gagal berangkat serta 117 calon jemaah haji plus yang juga tak berangkat.

Untuk barang bergerak, sambung Agung, polisi langsung melakukan penyitaan. Sementara untuk barang tak bergerak seperti bangunan rumah sudah diberi police line untuk selanjutnya minta persetujuan pengadilan.

Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto memperlihatkan foto barang bukti aset berupa rumah. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)