Ekonomi dan Bisnis

Anies Tuding Ada Pihak yang Politisasi Persoalan di Tanah Abang

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Jurnalindonesia.co.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berjanji akan melakukan pertemuan dengan sopir angkutan kota (angkot) trayek Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Anies menuding ada pihak yang berusaha mempolitisasi upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menata Pedagang Kecil Mandiri (PKM) di kawasan pasar grosir terbesar di Asia Tenggara tersebut.

“Harapannya jangan dipolitisasi karena ini Insya Allah untuk kebaikan semuanya,” kata Anies usai meninjau Pintu Air Manggarai, Jakarta, Selasa (30/1).

Diketahui, sudah dua kali para sopir angkot M08 jurusan Tanah Abang-Kota, M09 Tanah Abang-Kebayoran Lama, M10 Tanah Abang-Jembatan Lima, dan M11 Tanah Abang-Meruya menggelar aksi unjuk rasa menuntut Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, dibuka kembali seperti semula. Juga, mereka meminta agar bus Transjakarta Tanah Abang Explorer ditiadakan.

Baca: Sopir Angkot Tanah Abang Kembali Demo, Blokir Jalan Jatibaru

Anies mengundang sopir angkot tersebut untuk mengetahui lebih jelas duduk permasalahannya dan mencari solusi bersama atas penutupan jalan yang berdampak pada pendapatan para sopir.

Anies berharap, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, penataan Tanah Abang dapat diselesaikan dengan baik.

“Intinya, kami akan bicarakan baik-baik dan saya juga berharap semua pihak. Lihatlah ini sebagai sebuah cara untuk menyelesaikan problem di tempat itu,” kata Anies.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sandiaga Uno mengungkapkan rencananya mengundang para sopir untuk ngopi dan sarapan pagi di Balai Kota, Rabu (31/1/2018).

Baca juga: Polisi Sarankan Jalan Jatibaru Dibuka Sepenuhnya

Sementara itu, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta Shafruhan Sinungan mengatakan, ada pihak yang mengancam sopir angkot di Tanah Abang untuk menggelar aksi unjuk rasa. Dugaan tersebut, kata dia, muncul berdasarkan keterangan sejumlah sopir angkot.

“Ini kan yang digerakkan para sopir. Mereka merasa dapat tekanan, diancam harus ikut. Kita kan undang sopir, merasa diancam,” kata Shafruhan usai bertemu Sandiaga di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (30/1/2018).

Loading...