DKI Jakarta, Kriminal

Prostitusi di Alexis Diduga Masih Berlanjut, Ini Tanggapan Sandiaga Uno

Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno.
Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno.

Jurnalindonesia.co.id – Tim investigasi Tempo baru-baru ini menemukan fakta terbaru terkait Hotel Alexis. Penginapan sekaligus griya pijat yang perizinannya sudah tidak lagi diperpanjang Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta itu ditengarai kembali membuka praktik prostitusi.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengaku telah memerintahkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta untuk menindak lanjuti.

“Saya masih menunggu laporan dari Satpol PP dan Bu Tinia Budianti (Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta),” ujar Sandiaga di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (29/01/2018).

Baca Juga:  Belum Masuk Inti Pidato Hujan Turun, Warga Bubar, Sandiaga Tutup Sambutan

Menurut Sandi, koordinasi tersebut dilakukan pada Jumat pekan lalu dan proses penertibannya sedang berjalan hingga sekarang. Lebih lanjut, ia berharap semua pengusaha tempat hiburan di Jakarta bisa mematuhi peraturan.

“Peraturan itu harus menjadi fokus bagi para pengusaha hiburan di Jakarta ” ucapnya.

Baca: [100 Hari Kepemimpinan Anies-Sandi] Alexis, Pajak Halal dan Saham Bir

Sebelumnya, tim investigasi Tempo berhasil mengungkap praktik prostitusi terselubung itu pada Rabu, 10 Januari 2018. Hari itu, belum genap tiga bulan setelah pemerintah DKI Jakarta mengirim surat pemberitahuan tak memperpanjang izin Hotel dan Griya Pijat Alexis. Izin Alexis tak diperpanjang karena hotel itu diduga menjadi sarang prostitusi.

Baca Juga:  Soal Incest di Lampung, Psikolog: Mestinya Pelaku Dihukum Mati!

Di lantai tiga bangunan tersebut atau tepatnya di belakang meja resepsionis, sekitar 40 perempuan sedang duduk-duduk di sofa merah. Para perempuan yang berkedok pemandu karaoke atau lady companion (LC) itu bisa dipesan untuk sekadar menari telanjang (striptease), bahkan berhubungan badan.

Legal and Corporate Affairs Group Alexis, Lina Novita, membantah hal tersebut. Menurutnya, para gadis LC itu menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya, yaitu memandu tamu yang ingin berkaraoke.

Baca Juga:  Keluhkan Kondisi Tahanan, Ratna: Susah, Tidak Ada Ventilasi

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Tinia Budianti.

TEMPO