DKI Jakarta, Ekonomi dan Bisnis

Tukang Becak Cirebon Berbondong-bondong Hijrah ke Jakarta

becak di jakarta
Warga menawar harga sebelum menggunakan becak di kampung Bahari, Tanjung Priok Selasa (12/1/2018). (Foto: Kompas.com/Setyo Adi)

Tukang becak asal Cirebon memutuskan hijrah ke Jakarta setelah Gubernur DKI Anies Baswedan berencana memperbolehkan becak beroperasi di Ibu Kota. (Baca: Becak Akan ‘Dihidupkan’ Kembali, Anies Janji Sediakan Rute Khusus)

Kirno, bersama rekan-rekannya sesama tukang becak asal Kota Cirebon, menyewa truk untuk mengangkut kendaraan roda tiga miliknya ke Jakarta.

“Becak saya sudah berangkat semalam (Kamis malam),” ujar Kirno kepada Tempo di daerah Pancuran, Kota Cirebon, Jumat (26/01/2018).

Setelah becak-becak itu dikirim, Kirno dan teman-temannya akan menyusul berangkat ke Jakarta malam itu juga menggunakan bus.

Kirno memutuskan hijrah ke Jakarta setelah mendapat informasi dari rekannya yang masih menjadi tukang becak di Jakarta.

“Teman saya bilang sekarang gubernur baru, jadi becak dibolehkan di Jakarta,” katanya.

Keinginannya untuk memperbaiki nasib yang mendorongnya untuk berangkat ke Jakarta. Sebab, kata Kirno, penghasilannya dari mengayuh becak di tempat asalnya tidak lagi menjanjikan.

“Sekarang dapat Rp 10 ribu saja susah,” ucapnya.

Rekan seprofesi Kirno, Samijan mengaku, pendapatannya sebagai tukang becak di tempat asalnya menurun drastis sejak maraknya ojek online.

Sebelum ada ojek online, dia bisa membawa pulang Rp 20 ribu ke rumah setelah dipotong untuk setoran ke majikannya.

Sekarang, kata Samijan, hanya bisa membawa pulang uang Rp 7 ribu setelah dipotong makan di luar. Untuk menyiasati kondisi itu, dia pun membawa bekal makanan dari rumah.

“Sudah beberapa minggu bawa bekal dari rumah, biar hemat,” ujarnya.

Kondisi sulit mencari pendapatan membuat Samijan tertarik saat ditawari menjadi tukang becak di Jakarta oleh temannya. “Bukan kami saja, tukang becak lain di Kabupaten Cirebon juga ada yang ikut,” katanya.

Para tukang becak asal Kota Cirebon itu berkumpul di daerah sekitar Pasar Pasalaran, Kabupaten Cirebon, sebelum berangkat ke Jakarta. “Kami semua berangkat nanti malam,” kata Samijan.

Mereka berangkat dengan biaya sendiri, tidak ada dana dari pengepul atau sponsor. Namun, saat ditanya alasan mereka menyewa kendaraan untuk mengangkut becak, mereka menolak menjelaskan detail.

Baca juga: Menggunakan Truk, Puluhan Tukang Becak Asal Indramayu Tiba di Jakarta