Kriminal

Bentrok Ormas di Bekasi, Kantor Pemkot dan Kendaraan Dirusak

Ricuh antar ormas di depan kantor Pemkot Bekasi

Aksi unjuk rasa yang dilakukan ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) di depan Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi diwarnai kericuhan, Kamis (25/1).

Massa GMBI Kota Bekasi, Karawang, Purwakarta dan Subang terlibat bentrok dengan ormas Forum Betawi Rempug (FBR), Pemuda Pancasila (PP), Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (Gibas), Angkatan Muda Siliwangi (AMS), dan Forum Warga Bekasi.

Kejadian berawal ketika massa GMBI yang berjumlah kurang lebih 700 orang melakukan orasi di depan kantor Pemkot Bekasi.

Anggota Satpol PP yang disiagakan di tiap-tiap gerbang, berusaha menghalau para pendemo dengan tameng.

Tak berselang lama, sejumlah anggota ormas lain datang untuk meredam aksi massa dari GMBI tersebut. Hingga akhirnya bentrokan fisik pun tak terhindarkan.

Baca Juga:  Akhirnya, Bos Miras Maut Ditangkap di Sumatera

Anggota GMBI yang emosi melempari kantor Pemkot Bekasi dengan batu. Beberapa kendaraan yang terpakir di sekitar Pemkot Bekasi dirusak.

Aksi anarkis itu membuat satpol PP dan beberapa anggota ormas lainnya memburu anggota GMBI. Seorang anggota GMBI ditangkap dan dihajar hingga berdarah-darah.

Aksi ini juga mengakibatkan lalu lintas di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Ir Juanda macet parah. Beberapa pengguna jalan yang hendak melewati Jalan Ahmad Yani menuju Tol Bekasi Barat terpaksa memutar arah untuk menghindari titik kerusuhan.

Kasubag Humas Polres Metropolitan Bekasi Kota, AKP Erna Ruswing mengatakan, GMBI hanya ingin melakukan aksi unjuk rasa dengan berorasi di Kantor Pemerintah Kota Bekasi.

Baca Juga:  Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi, Misteri Boneka Teddy Bear yangDipegang Polisi

“Itu terkait dengan dugaan penyalahgunaan wewenang pejabat aparatur sipil negara dalam pemberian dan pemanfaatan insentif pemungutan pajak dan retribusi,” kata Erna sebagaimana dikutip GoBekasi.co.id.

Sejatinya, GMBI tak berlama-lama untuk melakukan aksi demonstrasi. Sebab, masih ada 2 lokasi yang akan dituju untuk kembali berunjuk rasa, yaitu Kantor Kejaksaan Negeri dan DPRD Kota Bekasi.

“Di Kejari mereka ingin mendorong Kejari Kota Bekasi untuk menindaklanjuti laporan ormas GMBI dan masyarakat terkait permasalahan dugaan kejahatan pajak,” katanya.

Baca Juga:  MUI: Kami Bersyukur Kasus Habib Rizieq Dihentikan

Sedangkan di DPRD Kota Bekasi, mereka menuntut untuk segera mengirimkan surat kepada DPR RI untuk membuat UU tentang penolakan LGBT di Indonesia.

“DPRD Kota Bekasi diminta menggunakan Hak Inisiatif membuat Perda tentang larangan kaum LGBT melakukan aktifitas dankegiatan mensosialisasikan atau mempromosikan kegiatan kaum LGBT di Kota Bekasi,” ucapnya.

Lihat dalam video berikut: