Kriminal

Metro TV Siarkan Video Hoax Gempa Lebak Banten?

Siaran gempa Metro TV
Siaran gempa Metro TV

Video rekaman yang diduga dari siaran stasiun televisi Metro TV yang memperlihatkan saat-saat berlangsungnya gempa pada Selasa (23//01/2018) siang, viral di media sosial.

Bukan persoalan gempanya yang jadi fokus pembicaraan, namun video yang ditampilkan Metro TV itulah yang jadi perbincangan. Metro TV disebut menyiarkan video hoax mengenai gempa.

Diketahui, Jakarta dan sekitarnya hari Selasa, 23 Januari 2018 ini dilanda gempa berkekuatan 6,1 skala richter. Gempa yang berpusat di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten ini terasa hingga Lampung dan Bantul, Yogyakarta.

Dalam video yang diduga disiarkan Metro TV itu, tampak sebuah truk yang bergoyang keras. Terdengar juga pembawa acara mengatakan bahwa video tersebut adalah kejadian gempa di Merak.

“Ini adalah gambar yang sudah kami putar untuk Anda, ini ada sebuah situasi gempa di kapal. Mohon maaf ini terjadi di Merak. Guncangan bisa anda bayangkan pemirsa, bahwa sebuah truk besar saja bisa sampai bergoncang seperti itu karena ini adalah gempa yang terjadi di Lebak Banten sebesar 6,1 Skala Richter,” kata pembawa acara di video tersebut.

Berikut videonya:

Sebagaimana diketahui, video tersebut adalah bukan saat-saat terjadinya gempa pada Selasa, 23 Januari 2018 ini. Video ini memang beredar luas hari ini di sejumlah platform media sosial.

Baca: Gempa Mengguncang, Hoax Tersebar

Penelurusan Jurnalindonesia.id, video goncangan truk tersebut adalah suasana di atas kapal penyebrangan Gilimanuk, bukan di Merak. Video itu sudah diunggah ke Youtube pada 13 Juni 2017 lalu oleh channel Tangio Channel.

Terkait video tersebut, sampai saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Metro TV.

Berikut video aslinya:

Cek dan Ricek

Di media sosial banyak bertebaran isu hoax terkait dampak gempa berkekuatan 6,1 skala richter (SR) yang berpusat di Lebak, Banten, Selasa (23/01/2018). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya dengan isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

“Imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan terus mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat serta informasi dari BMKG,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, lewat telekonferensi, Selasa (23/1/2018).

“Ini agar masyarakat tidak terpancing mengenai isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa dan tsunami,” sambungnya.

Dwikorita mengatakan, BMKG sejauh ini mencatat ada 20 kali gempa susulan usai gempa 6,1 SR mengguncang dengan kekuatan yang terus melemah.

Karena itu, lanjut Dwikorita, dirinya meminta agar masyarakat terus memantau perkembangan soal gempa lewat informasi yang sumbernya jelas. Masyarakat juga bisa mengakses informasi dengan mengunduh aplikasi BMKG di smartphone atau media sosial resmi BMKG.

Loading...