DKI Jakarta, Ekonomi dan Bisnis

Polda Metro Perintahkan Buka kembali Jalan Jatibaru Raya

Tenda-tenda berwarna merah untuk para PKL yang didirikan di jalur Jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Tenda-tenda berwarna merah untuk para PKL yang didirikan di jalur Jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat. (Foto: Haris Fadhil-detikcom)

Direktorat Lalu lintas Polda Metro Jaya telah menyelesaikan kajian mengenai penutupan Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Rekomendasinya singkat, buka kembali jalan itu.

“Pekan ini akan saya serahkan kajiannya. Rekomendasi­nya, dimaksimalkan fungsi jalan tersebut. Jalan itu untuk kendaraan, bukan untuk PKL,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Halim Pagarra, Senin (22/01/2018).

Dalam kajian tersebut, menurut Halim, pihaknya juga menyertakan hasil penelitian yang menunjukkan meningkatnya kemacetan jalan di sekitar Tanah Abang, pelanggaran lalu lintas, dan kecelakaan akibat ditutupnya jalur itu.

“Kami juga melihat dampak kemacetan, kemudian pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas untuk mengetahui dampak kebijakan yang dikeluarkan pemerintah itu,” tuturnya.

Halim menegaskan, penutupan Jalan Jatibaru Raya yang digunakan untuk PKL berjualan itu tidak tepat. Seharusnya, pemerintah membuka lahan baru atau mencari tempat yang layak untuk para PKL dengan tidak mengalih-fungsikan jalan tersebut.

Baca juga: Ratusan Sopir Angkot Geruduk Balai Kota DKI Minta Jalan Jatibaru Kembali Dibuka

Pemindahan PKL ke jalan raya dinilai juga melanggar sejumlah aturan, yakni Pasal 5 dan 7 UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta UU No 38/2004 tentang Jalan.

Dalam Pasal 63 UU Jalan disebutkan, barang siapa melakukan kegiatan yang berakibat pada terganggunya fungsi jalan bisa dikenai denda Rp1,5 miliar atau penjara 18 bulan.

Tak hanya itu, kebijakan penutupan Jalan Jatibaru juga dinilai telah menabrak Peraturan Daerah DKI Jakarta.

“Kami tetap berpihak kepada rakyat kecil. Seyogianya rakyat kecil itu diberikan tempat yang layak, yang tidak melanggar aturan,” ujar Halim.

Menurut Halim, unjuk rasa para sopir angkot di Balai Kota yang menuntut pembukaan Jalan Jatibaru Raya itu merupakan salah satu dampak dari kebijakan penutupan jalan tersebut.

Baca juga: Soal Demo Angkot Tanah Abang, Anies Minta Semua Pihak Sabar

MEDIA INDONESIA

Loading...