Nasional

Presidium Alumni 212: Jokowi Ilmu Agamanya Minim, ya Wajar Kalau Dia…

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo

Presidium Alumni 212 mengkritik pernyataan Presiden Joko Widodo yang meminta agar jangan mencampuradukkan persoalan politik dan agama.

Menurut Presidium Alumni 212, wajar jika Jokowi mengatakan seperti itu. Sebab, menurut dia, pemahamam Jokowi soal agama masih minim.

“Beliau ini berlatar belakang pengusaha, ilmu agamanya minim. Ya wajar kalau dia bilang begitu karena dia gak ngerti,” kata Anggota Presidium Alumni 212 Fahri Lubis dalam diskusi bertema ‘Masih Relevankah Politik Agama’ di kawasan Kramat Sentiong, Jakarta Pusat, Sabtu (20/1).

Karenanya, menurut Fahri, pernyataan Jokowi tersebut dimaklumi saja. Kendati pada dasarnya dia mengaku prihatin sebab agama dan politik sejatinya tak bisa dipisahkan.

Baca Juga:  Presiden Akhirnya Tanggapi Buku "Jokowi Undercover"

“Kalau yang ngerti kan paham bahwasanya siapa saja yang menjadi pejabat publik, legislatif, eksekutif, pemimpin apapun itu harus menjadikan agama menjadi pedomannya. Jadi mana bisa dipisahkan,” kata dia.

“Politik itu kan cara memimpin negara, tapi beliau sebagai seorang muslim ya guidance itu, kalau dia Nasrani guidance nya itu agamanya. Kan gak ada agama yang mengajarkan korupsi, menistakan orang lain, menghujat, membenci, gak ada,” tandas dia.

Baca Juga:  Harga BBM di Papua Resmi Rp 6.450, Pertamina Mengaku Rugi 800 M

Diketahui, Presiden Joko Widodo sempat meminta semua pihak agar memisahkan persoalan politik dan agama. Menurutnya, pemisahan tersebut untuk menghindari gesekan antarumat.

“Memang gesekan kecil-kecil kita ini karena pilkada, karena pilgub, pilihan bupati, pilihan wali kota, inilah yang harus kita hindarkan,” kata Presiden saat meresmikan Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara di Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (24/3/2017), seperti dikutip Antara.

Karena rentan gesekan itulah, Presiden meminta tidak ada pihak yang mencampuradukkan politik dan agama.

Baca Juga:  Jokowi Sentil Mereka yang Anggap Pembangunan Infrastruktur Tidak Penting

“Dipisah betul, sehingga rakyat tahu mana yang agama, mana yang politik,” kata Jokowi.

Baca juga: “Sweeping” Laskar FPI di Pamekasan Berujung Bentrok dengan Warga